Keikutsertaan di ITAP 2023 Ditargetkan Tumbuhkan Sektor ILMATE 12,16 Persen
:
0
EmitenNews.com - Kementerian Perindustrian turut berpartisipasi pada ajang Industrial Transformation Asia Pacific (ITAP) ke-6 yang digelar di Singapore Expo pada tanggal 18-20 Oktober 2023. Kemenperin melalui Pavilion Indonesia hadir menjadi salah satu dari 300 peserta pameran dunia.
“Dalam ajang ini, kami memboyong enam perusahaan, yakni Asosiasi Sistem & Teknologi Tanpa Awak (ASTTA), PT. Bentara Tabang Nusantara (BETA), CV AMX UAV Technologies, PT. Stechoq Robotika Indonesia, PT. Diametral Involute, dan PT. Lanius Inovasi Indonesia,sertamenampilkan layanan akselerasi industri 4.0 bagi sektor manufaktur di Indonesia melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0),” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier di Jakarta, Minggu (22/10).
Menurut Dirjen ILMATE, gelaran ITAP 2023 menjadi ajang promosi dan unjuk kemampuan Indonesia khususnya di sektor industri manufaktur dalam menjalankan program Making Indonesia 4.0. “Industri manufaktur masih menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dimana tercermin konsistensi industri pengolahan nonmigas yang memberikan kontribusi sebesar 16,30 persen dengan nilai pertumbuhan sebesar 4,56 persen pada Triwulan II tahun 2023,” tutur Taufiek.
Selain berpartisipasi dalam pameran, Indonesia juga ikut serta dalam Forum Innovation Stage yang dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo didampingi Sekretaris Ditjen ILMATE Kemenperin, Yan Sibarang Tandiele, serta Sekretaris Ditjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Jonni Afrizon.
“Kedutaan Besar Republik Indonesia konsisten dalam mempromosikan produk dan teknologi terbaik Indonesia di Singapura. Kami siap bekerja sama untuk memfasilitasi kemitraan dan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha guna membuka kunci peluangpotensi penuh perekonomian kita,” ujar Suryo.
Ia menambakan, Indonesia bercita-cita menjadi negara industri sejak tahun 1950, dengan menginisiasi pendirian industri pesawat terbang, industri perkapalan, dan industri artileri. “Industri telah memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan investasi dalam bidang infrastruktur,” imbuhnya.
Sementara itu, Sesditjen KPAII menyampaikan bahwa, kehadiran Kemenperin pada ajang ITAP 2023 juga bertujuan untuk memperkenalkan transformation journey dalam penerapan industri 4.0 di Indonesia sekaligus meningkatkan akses pasar dan jejaring bisnis industri dalam negeri dengan pihak industri global, khususnya di wilayah Asia Pasifik.
“Partisipasi Indonesia dalam ajang ini sangat penting dalam membentuk ekosistem industri 4.0. Dengan keikutsertaan Indonesia diharapkan kita dapat menyambut potensi kolaborasi dengan berbagai mitra internasional; baik dalam bentuk investasi, pengembangan sumber daya manusia, R&D, serta bidang kerja sama lainnya di Kawasan Asia Pasifik,” papar Jonni.
Pada kesempatan yang sama, Yan menjelaskan, fasilitasi keikutsertaan industri nasional pada ITAP 2023 merupakan salah satu program yang digagas oleh Kemenperin untuk mendukung salah satu target pada RPJMN 2020-2024 sesuai Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020, yaitu kontribusi ekspor produk industri berteknologi tinggi yang ditargetkan mencapai 13% pada tahun 2024.
“Strategi peningkatan ekspor barang dan jasa sektor industri manufaktur akan didukung oleh revitalisasi industri pengolahan yang mendorong diversifikasi produk ekspor non-komoditas, terutama produk manufaktur berteknologi tinggi,” ungkapnya.
Related News
IHSG Akhirnya Ditutup di Zona Hijau, Menguat 0,41 Persen ke 7.101
Perluas Ekosistem Syariah, Bank BSN Relokasi Kantor Cabang Tangerang
9 Emiten Ini Cum Date Dividen 29–30 April 2026!, Ada ULTJ hingga PGEO
IHSG Sesi I (29/4) Ajeg Naik 0,12 Persen ke 7.080, 6 Sektor Menguat
Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Bakal Dipangkas Jadi 0%
IHSG Dibuka Menghijau 0,52 Persen ke 7.100





