EmitenNews.com - Kejar target lifting 612.500 barel pada 2027, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan strategi produksi minyak. SKK Migas optimistis akan berjalan mulus, meski lebih tinggi dari target lifting minyak pada 2026, yakni 610 ribu barel per hari.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus mengemukakan hal tersebut kepada pers, di sela-sela ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (27/10/2026).

“Kami baru melaksanakan CEO Forum. Melihat trennya tiga tahun terakhir, selalu di 97 persen,” ujar Rikky Rahmat Firdaus seperti ditulis Antara.

Sesuai tren tersebut, SKK Migas ingin mengubah pola pikir para pimpinan perusahaan dalam hal merealisasikan target lifting minyak. Salah satunya, membidik target lifting minyak sebesar 625 ribu–630 ribu barel per hari. Harapannya 612.500 barel per hari, pada 2027.

Pada akhir 2025, SKK Migas mengakselerasi kegiatan eksplorasi melalui inisiatif Triple 100. Program tersebut mencakup 100 sumur eksplorasi yang dibagi dalam beberapa klaster berdasarkan karakteristik dan potensi pengembangannya. Dalam Triple 100, Pertamina ada 38 sumur. Berarti hampir 40 persen bergantung ke Pertamina Group.

Klaster perhatian SKK Migas adalah Infrastructure-Led Exploration (ILX), yakni kegiatan eksplorasi yang berdekatan dengan infrastruktur migas yang telah tersedia.

Melalui pendekatan ini, SKK Migas mendorong percepatan pengerjaan sumur agar hasil eksplorasi dapat segera berkontribusi terhadap tambahan produksi.

Percepatan pengeboran sumur berdampak tinggi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan wilayah eksplorasi baru, termasuk kawasan frontier, sekaligus menarik investor untuk masuk sektor hulu migas Indonesia.

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan lifting minyak bumi naik menjadi 612.500 barel per hari pada 2027, dari target 610 ribu barel per hari pada 2026.

Hal itu disepakati dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).