Ketika Purbaya Ngakak Kena Skak Kepala SKK Migas
:
0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam rapat debotlenecking di Jakarta, Selasa.(Foto: Tangkapan Layar IG Merdeka.com)
EmitenNews.com - Ada perdebatan menarik saat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar rapat debottlenecing bersama SKK Migas di Jakarta, Selasa kemarin.
Dalam rapat tersebut terjadi pembahasan yang cukup alot terkait permintaan investor asal Jepang, Inpex. Perdebatan menyangkut Plan of Development (PoD) migas, rencana terpadu pengembangan lapangan minyak dan gas bumi untuk memproduksikan cadangan hidrokarbon secara optimal dari pihak investor yang menurut Purbaya terlalu tinggi.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan, "kan tadi POD 13,5 persen. Economic sekarang, apalagi tadi Bapak mintaharganya murah. Itu kemungkinan bisa di bawah 13,5 persen. Tapi nanti otomatis mereka minta insentif, pak".
Purbaya memotong: "Nanti insentif kita lihat dari... Itung saja yang betul. Kalau bisa murah, ya murah. Tapi kalau mahalnya gara-gara perantara, itu ya nggak bener juga. Loe naikin harga, kasih 4 dolar misalnya ke PGN atau Pertamina. Kan nggak bener. Lo AMbbil untung di sini, di sananya kita rugi. Padahal harga di sininya nggak stinggi itu. Itu yang saya mau lihat," protes Purbaya.
"Jadi jangan nyalah-nyalahin saya aja Anda. Pinter banget nyalahin gue", cerocos Menkeu. "Jadi kita cari ke arah sana. Nanti kerja sama bareng ke depan," imbuhnya.
Mendapat serangan Purbaya begitu, Djoko melancarkan skak-mat begini: "Iya pak. Saya mau nyalahin Pertamina sama PGN. Cuman pejabat di Kementerian Keuangan kebanyakan komisaris di sana Pak!"
Jawaban tangkas Kepala SKK Migas ini membuat seruangan tertawa spontan, tak terkecuali Purbaya sendiri.(*)
Related News
Songsong GIIAS 2026, Yayasan Astra Perkuat Ekosistem Industri Otomotif
Emiten Prajogo (BRPT) hingga ADRO Jadi Co-Sponsor Piala Presiden 2026
Hari Anak Nasional 2026, Morinaga Ajak Orang Tua Rayakan Potensi ini
BCA Dukung Kawan Nusantara 2026, Perkuat Kolaborasi Kreator Lokal
BYD Buka Lowongan 9.000 Karyawan Baru, Posisi Ini yang Dibutuhkan
Pemenang Piala Dunia 2026 Kantongi Rp817M, Siap-Siap Dipalak Pajak AS





