Kimia Farma (KAEF) Tegaskan Warga yang Divaksin Sinopharm Sudah Bisa Booster
:
0
EmitenNews.com - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengumumkan masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin Sinopharm dosis lengkap dan sekurang-kurangnya enam bulan, maka bisa mengikuti vaksin booster produksi Beijing Bio-Institute Biological itu.
Kimia Farma menyebut bahwa vaksin booster Sinopharm sudah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) atau persetujuan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) sebagai vaksin dosis lanjutan atau booster homolog untuk dewasa 18 tahun ke atas.
"Vaksin booster Sinopharm hadir untuk membantu mempercepat program vaksinasi yang telah dicanangkan oleh pemerintah," imbuh GM Corporate Secretary Kimia Farma dalam siaran resmi, Sabtu (12/2).
Dengan diterbitkannya EUA terhadap vaksin booster homolog Sinopharm, berarti telah menambah varian regimen dosis yang diumumkan oleh Kemenkes dan Badan POM.
Kimia Farma mengungkapkan BPOM telah melakukan evaluasi terhadap khasiat dan keamanan mengacu pada standar evaluasi vaksin covid-19 untuk vaksin Sinopharm sebagai dosis booster.
"Vaksin Sinopharm sebagai booster umumnya dapat ditoleransi dengan baik," terang Kimia Farma.
Sementara itu, frekuensi, jenis, termasuk keparahan reaksi sampingan atau kejadian yang tidak diharapkan (KTD) setelah pemberian booster lebih rendah dibanding pemberian dosis primer.
KTD yang sering terjadi merupakan reaksi lokal, seperti nyeri di tempat suntikan, pembengkakan, dan kemerahan, dan reaksi sistemik seperti sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot, dengan tingkat keparahan grade 1-2.
Dilihat dari aspek imunogenisitas, peningkatan respons imun humoral untuk parameter pengukuran antibodi netralisasi dan anti IgG masing-masing sebesar 8,4 kali dan delapan kali lipat dibanding sebelum pemberian booster.
Sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh BPOM , respons imun setelah pemberian booster tersebut lebih tinggi dibandingkan respons imun yang dihasilkan pada saat vaksinasi primer.
Related News
Baru Masuk Langsung Keluar, 84 Juta Saham EPAC Kembali Dilego Triple B
JAST Perluas Bisnis Managed Service, Garap Sektor Keuangan
Bank Mandiri Kenakan Biaya Tarik Tunai Tanpa Kartu, Mulai 15 Juli
TIS Inc Lepas Right Issue ATIC, Handoko Tanuadji dkk Siap Tampung
Harga Sahamnya Melejit 17 Persen, Dirut CUAN Ikut Serok 8 Ribu Lot!
Didepak BEI, Panasia Indo (HDTX) Lanjut Go Private & Jadi PMA





