EmitenNews.com - Penyusutan pendapatan mulai menggerus ketebalan laba PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) sepanjang 2025.

Mengacu laporan keuangan yang terbit pada Rabu (25/3/2026), laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD230,53 juta, turun 25,41 persen secara year on year (yoy) dibandingkan USD309,08 juta pada 2024.

Penurunan ini sejalan dengan melemahnya pendapatan usaha yang terkumpul sebesar USD2,79 miliar atau turun 7,31 persen yoy dari USD3,01 miliar. Kemudian, seirama dengan beban pokok penjualan yang meningkat 3,37 persen yoy menjadi USD1,84 miliar, menekan laba kotor emiten raksasa dari grup Sinar Mas itu hingga menyusut 22,81 persen menjadi USD941,65 juta.

Efisiensi di level operasional memang terlihat, dengan beban usaha turun 6,40 persen yoy menjadi USD540,72 juta. Namun, penurunan tersebut belum cukup menahan kontraksi laba usaha yang merosot 38,39 persen yoy menjadi USD400,93 juta dari USD650,73 juta.

Berlanjut menyeret laba sebelum pajak atau EBITDA yang turun 34,66 persen yoy menjadi USD464,08 juta, mengindikasikan pelemahan kinerja yang terjadi secara menyeluruh dari top line hingga bottom line.

Adapun, neraca aset emiten ini terpantau meningkat 19,51 persen menjadi USD4,41 miliar, sementara liabilitas naik 22,86 persen menjadi USD2,15 miliar. Ekuitas juga turut menguat menjadi USD2,26 miliar dari USD1,94 miliar.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Rabu (25/3) saham DSSA tercatat tengah menguat 3,09 persen naik 1.900 poin di level/posisi Rp63.350.