Kinerja Kredit Tumbuh 30,62 Persen, Ini Motor Penggerak Amar Bank
:
0
PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR). Dok. AMAR.
EmitenNews.com - Kinerja kredit PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) Mengalami pertumbuhan signifikan. Bank AMAR membukukan penyaluran kredit bruto sebesar 30,62 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp4,16 triliun pada kuartal I 2026.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/5/2026), Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian mengungkapkan, ekspansi kredit tersebut menjadi motor penggerak utama pertumbuhan bank, mendorong total aset naik 34,72 persen (yoy) menjadi Rp6,93 triliun dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp71,12 miliar.
“Kinerja pendapatan Bank yang solid di kuartal pertama ini pun berhasil memperluas pangsa pasarnya di segmen-segmen dengan imbal hasil tinggi (high-yielding),” kata Direktur Utama Amar Bank Vishal Tulsian.
Pendapatan operasional Amar Bank meningkat 13,82 persen (yoy) menjadi Rp527,76 miliar, sedangkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 15,58 persen (yoy) menjadi Rp370,20 miliar. Kombinasi dari pertumbuhan kredit dua digit dan ekspansi margin ini menegaskan model bisnis yang sangat terukur (scalable) dan menguntungkan dalam menyongsong sisa tahun ini.
Menurut Vishal kinerja kuartal I 2026 mencerminkan hasil dari strategi bank dalam memperkuat basis pendanaan, menjaga kualitas kredit, dan membangun hubungan yang lebih luas dengan nasabah.
Dalam industri perbankan, pertumbuhan yang sehat tidak hanya tercermin dari ekspansi kredit atau peningkatan laba, tetapi juga dari kemampuan membangun struktur pendanaan yang kuat dan berkelanjutan. Profitabilitas ini didukung oleh struktur pendanaan yang berkelanjutan.
Pendekatan yang berorientasi pada nasabah (customer-focused) terus melandasi strategi digital bank, yakni dengan memanfaatkan teknologi dan analisis data (data insights) agar dapat merespons kebutuhan segmen ritel dan UMKM yang dinamis dengan cepat.
Bagusnya, di tengah kompetisi penghimpunan dana yang semakin ketat di industri perbankan nasional, Amar Bank mencatat lonjakan pada Dana Pihak Ketiga (DPK).
DPK Bank meningkat 115,46 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp2,91 triliun, menandai pergeseran struktural yang krusial menuju basis pendanaan yang lebih berkelanjutan dengan biaya yang lebih rendah (lower-cost).
Penting dicatat, keberhasilan menghimpun dana masyarakat ini secara material memperbaiki profil likuiditas Amar Bank. Rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) membaik signifikan menjadi 142,56 persen, dari sebelumnya 235,04 persen pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini memberikan fondasi likuiditas yang lebih berimbang untuk mendukung ekspansi kredit ke depan tanpa mengorbankan stabilitas.
Related News
Gunanusa Stanby Buyer, Right Issue CBRE Tunggu Restu OJK
Bank Woori Saudara (SDRA) Rombak Manajemen, Tunjuk 7 Nama Baru
Pertumbuhan Kinerja IPCC Kian Solid pada Awal Kuartal II 2026
Total Rp60M, Emiten Plastik (APLI) Sisihkan Dividen dari Saldo Laba
TUGU Jadi Salah Satu Saham Liquidity Provider, Cek Manfaatnya
Wilmar Cahaya (CEKA): Karyawan akan Turut Terdampak PP Ekspor SDA





