EmitenNews.com - Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) sepanjang 2026 mematok marketing sales Rp600 miliar. Pertumbuhan laba bersih dua digit. Itu akan didukung sejumlah realisasi transaksi, eksisting tenance, logistik, data center, recurring income, dan lain-lain.

Nah, untuk menopang target itu, sepanjang tahun ini, BEST menggelontorkan capital expenditure (Capex) sekitar Rp100-150 miliar. Nah, sekitar Rp20 miliar dari anggaran capex tersebut telah terserap. Perseroan optimistis bisa memenuhi sejumlah target tersebut.

Apalagi, pada kuartal I 2026, perseroan membukukan pendapatan Rp90 miliar, meningkat dibanding edisi sama tahun lalu Rp45 miliar. Itu terutama didorong kenaikan pendapatan berulang tumbuh dari Rp45 miliar menjadi Rp54 miliar, dan mulai ada kontribusi dari penjualan lahan.

Sementara itu, laba bersih juga menunjukkan pemulihan signifikan. Dari rugi bersih Rp33 miliar pada kuartal pertama 2025, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp9 miliar pada kuartal pertama 2026. Margin laba bersih turut meningkat dari negatif 73 persen menjadi positif 10 persen.

Selama 2025, perseroan mengemas penjualan lahan (marketing sales) 15 hektare atau senilai Rp422 miliar. Pendapatan tercatat Rp427 miliar terutama ditopang penjualan lahan Rp220 miliar, dan sisanya dari recurring income (di antaranya: maintenance fee, service charges, air, dan sewa) Rp207 miliar. Laba bersih tahun lalu terakumulasi Rp30 miliar.

Tahun lalu, pPrseroan menarget marketing sales Rp600 miliar dengan pertumbuhan recurring income stabil. ” Sektor Warehouse & Logistic, Consumer Goods, Food and Beverage (F&B), serta Data Center menjadi target utama pengembangan dan pemasaran penjualan lahan kami,” Rika Mandasari, Head of Finance and Investor Relation Bekasi Fajar. 

Di tengah gejolak ekonomi, geo-politik global, dan seiring pemulihan ekonomi Indonesia, strategi perseroan terus fokus pada bisnis kawasan industri. Perseroan juga melanjutkan pengembangan kawasan BeFa MM2100, termasuk cluster data center untuk memenuhi permintaan sektor berteknologi tinggi, dan pengembangan segmen komersial BeFa Industrial Hub, yaitu bangunan pabrik standar multiguna. Inisiatif strategis itu, untuk membuka sumber pendapatan baru, dan memaksimalkan pemanfaatan lahan.

Dengan pengalaman pengembangan kawasan industri lebih dari 30 tahun, perseroan tetap percaya akan potensi kebutuhan pelaku bisnis atas kawasan industri yang profesional, dan dapat diandalkan. Terutama Kawasan Industri MM2100 Bekasi, perusahaan akan melanjutkan pengembangan, termasuk sarana, fasilitas dan memanfaatkan pembangunan infrastruktur di sekitarnya untuk meningkatkan nilai kawasan. 

Seperti diketahui Kawasan MM210 akan dilewati JORR II Cibitung – Cilincing, dan para penghuni kawasan akan mendapat keuntungan dari penambahan akses dan konektivitas MM2100. Selain itu, Kawasan MM2100 juga mendapat manfaat dari rencana infrastruktur pemerintah ke depan seperti LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, proyek perluasan Tanjung Priok, dan pembangunan Pelabuhan Patimban. (*)