Kinerja Melesat, Jantra Grupo (KAQI) Buka Cabang Baru di Bali
:
0
PT Jantra Grupo Indonesia, Tbk yang berkode KAQI kembali melakukan ekspansi pasar dengan pembukaan cabang utama di Gianyar Bali. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -PT Jantra Grupo Indonesia, Tbk yang berkode KAQI kembali melakukan ekspansi pasar dengan pembukaan cabang utama di Gianyar Bali pada sabtu, 19 April 2026. Dengan pembukaan cabang baru ini perseroan memperkokoh dan memperluas pangsa pasar Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia dengan tingkat mobilitas yang sangat tinggi, hal ini sebagai satu langkah strategis menjadikan Bali sebagai main business understeel .
Imam Sujono Direktur Utama Jantra Grupo Indonesia (KAQI) menyatakan optimisme atas ekspansi perseroan yakni Bali dan minggu depan di Bogor akan memperkuat kehadiran perseroan sebagai bengkel perbaikan kaki-kaki mobil yang terpercaya dan terbesar di Indonesia.
"Tahun ini kita optimis revenue perseroan akan naik antara 25-35% dengan Net profit margin yang lebih tinggi yaitu 20% hingga 30%". Hasil kinerja kuartal I 2026 yang akan kami rilis menggambarkan optimisme ini. Sehingga harapan kami seluruh stakeholders mendapatkan benefit optimal.
Pula, perseroan sedang menjajaki potensi kerjasama dengan industri perbengkelan dari Jepang. Sebagai follow up kunjungan kami ke Jepang pada akhir tahun 2025 lalu, alhamdulillah pihak Jepang merespon positif dan semoga dapat memenuhi undangan kami saat pembukaan cabang utama di Bogor akhir bulan ini. Sehingga potensi kerjasama dapat diwujudkan dengan efektif dan efisien.
Secara kinerja, emiten spesialis bengkel kaki-kaki mobil dengan brand Jantrakakikaki ini mencatat kinerja operasional yang positif di tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan dua digit di tengah ekspansi aset yang signifikan.
Pertumbuhan Pendapatan dan Profitabilitas Sepanjang tahun 2025, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp76,84 miliar, tumbuh 33,62 persen dibandingkan perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp57,51 miliar. Seiring dengan kenaikan pendapatan, laba kotor Perseroan juga meningkat 19,45 persen menjadi Rp38,17 miliar dari sebelumnya Rp31,95 miliar.
Setelah dikurangi beban pajak dan pos lainnya, Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp9,40 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 3,11 persen dari laba bersih tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp9,12 miliar.
Adapun Laba Per Saham Dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp4,90, mengalami penyesuaian dari Rp7,28 pada tahun sebelumnya. Struktur pendapatan Perseroan menunjukkan dominasi dari sektor operasional utama, di mana beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp38,67 miliar, atau setara dengan 50,33% dari total pendapatan. Hal ini menunjukkan manajemen biaya yang cukup agresif untuk mendukung pertumbuhan pendapatan sebesar 33,6 persen.
Posisi keuangan Perseroan menunjukkan penguatan modal yang sangat signifikan pada tahun 2025. Total aset melonjak 81,79 persen menjadi Rp137,90 miliar dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp75,85 miliar. Lonjakan ini didorong oleh kenaikan aset tetap neto yang mencapai Rp103,40 miliar.
Kas dan Setara Kas mengalami peningkatan 40,71 persen menjadi Rp26,63 miliar dari sebelumnya Rp18,93 miliar. Total liabilitas naik 20,95 persen menjadi Rp18,07 miliar, di mana liabilitas jangka panjang mendominasi sebesar Rp12,90 miliar. Total ekuitas tumbuh signifikan sebesar 96,73 persen mencapai Rp119,83 miliar.
Peningkatan tajam ini terutama dipicu oleh aksi korporasi Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang menambah tambahan modal disetor menjadi Rp47,97 miliar dan peningkatan modal saham menjadi Rp51,90 miliar.
Dengan rasio utang terhadap modal (debt-to-equity ratio) yang berada pada angka negatif (0,07), Perseroan menunjukkan posisi likuiditas yang sangat sehat karena jumlah kas dan setara kas yang dimiliki melebihi total seluruh liabilitasnya.
Related News
Delisting EDGE, Pengendali Tawar Beli Saham Publik di Harga Rp11.500
BAF Lunasi Pokok dan Bunga Obligasi Rp841 Miliar, Jatuh Tempo 18 April
Seizin Investor, Mitratel (MTEL) Bidik 3 Ekspansi Bisnis Kelistrikan
Kopi FORE On-Fire, Catat Laba Melesat 60 Persen di Kuartal I 2026
Geber EBT, Astrindo (BIPI) Siapkan Divestasi Bisnis Tambang Batu Bara
PGEO Berencana Rambah Bisnis Data Center





