EmitenNews.com - PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) pengelola jaringan ritel Alfamidi milik Djoko Susanto itu catat kinerja baik di semester I 2026. Pendapatan neto (revenue) perseroan naik 8,39% menjadi Rp11,24 triliun dari Rp10,37 triliun di periode sama tahun lalu.

Laporan keuangan MIDI (belum diaudit) yang dirilis Senin (27/7) menunjukkan pertumbuhan penjualan ditopang ekspansi gerai dan kenaikan transaksi.

Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan MIDI ikut naik 7,89% menjadi Rp8,34 triliun dari Rp7,73 triliun. 

Dampaknya laba bruto terdongkrak 10,27% menjadi Rp2,90 triliun dari sebelumnya Rp2,63 triliun.

Efisiensi juga terlihat di lini usaha. Laba usaha melesat 22,42% menjadi Rp623,36 miliar dari Rp509,18 miliar. Sementara laba sebelum pajak meroket 36,94% menjadi Rp606,33 miliar dari Rp442,78 miliar.

Di ujung, MIDI membukukan laba periode berjalan Rp485,97 miliar. Naik 24,45% dari Rp390,51 miliar di H1-2025.

Sejalan dengan itu, laba per saham dasar ikut naik 24,40% menjadi Rp14,53 dari Rp11,68 tahun sebelumnya.

Per 30 Juni 2026, total aset MIDI bertambah 1,64% menjadi Rp9,27 triliun dari Rp9,12 triliun di akhir 2025.

Total liabilitas juga naik 1,31% menjadi Rp4,64 triliun dari Rp4,58 triliun. Sementara ekuitas tumbuh 1,98% menjadi Rp4,63 triliun dari Rp4,54 triliun.

Menariknya, beriringan rilis laporan ini saham MIDI justru tertekan. Harga saham turun 2,13% atau 6 poin ke level Rp276.