Kinerja SDRA Tertekan, Laba Menyusut 30,79 Persen di Kuartal I-2026
:
0
Ilustrasi Bank Woori Saudara (SDRA).
EmitenNews.com - Tekanan di sisi bunga mulai menggerus kinerja Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. (SDRA) pada awal tahun ini. Alih-alih menjaga momentum, perseroan justru mencatatkan penurunan pada laba bersih di tengah menyusutnya pendapatan inti.
Berdasarkan laporan keuangan SDRA hingga 31 Maret 2026, pendapatan bunga bersih SDRA tercatat sebesar Rp387,96 miliar, turun 10,51 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Rp433,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan masih tingginya tekanan biaya dana di industri perbankan.
Beban operasional berhasil ditekan menjadi Rp518,76 miliar dari sebelumnya Rp572,74 miliar atau turun 9,43 persen yoy. Namun, efisiensi tersebut belum mampu mengimbangi penurunan pendapatan, sehingga laba operasional merosot 32,72 persen yoy menjadi Rp137,16 miliar dari Rp203,89 miliar.
Penurunan kinerjanya turut tecermin pada laba sebelum pajak yang turun 32,78 persen yoy menjadi Rp137,20 miliar dari Rp204,11 miliar.
Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp106,82 miliar, anjlok 30,79 persen yoy dibandingkan Rp154,33 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Melihat neracanya, total aset perseroan turun menjadi Rp54,18 triliun hingga akhir Maret 2026 dari Rp59,14 triliun pada akhir 2025. Liabilitas juga menyusut menjadi Rp41,22 triliun dari Rp46,27 triliun, sementara ekuitas meningkat tipis menjadi Rp12,95 triliun dari Rp12,87 triliun.
Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan Kuartal I-2026 ini, pada perdagangan Jumat (24/4) saham SDRA tercatat naik 5,56 persen di level Rp266.
Related News
Kompak, Dirut dan Komut Tambah Kepemilikan Saham BAIK
GOTO Batal Alihkan Saham Treasuri 32,18 Miliar Helai, kok Bisa?
SMGR Catat Penjualan 18,27 Juta Ton, Saham Menguat Usai Evaluasi LQ45
Catat Kinerja Kuat, ESSA Industries Bukukan Pendapatan USD186 Juta
GOTO Tak Didepak dari LQ45, IDX30, dan IDX80 Meski Harga Rp50, Kenapa?
Aset Jumbo, Pendapatan WIFI Semester I Tembus Rp1,57 Triliun





