EmitenNews.com - Kinerja keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) semester I 2026 masih mencatatkan kerugian. Namun, rugi bersih BUMN konstruksi ini berhasil ditekan dan menyusut 10,84% secara tahunan seiring naiknya pendapatan dan efisiensi beban operasional.

Berdasarkan laporan keuangan interim, WIKA membukukan rugi yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp1,48 triliun, turun 10,84% dari Rp1,66 triliun tahun sebelumnya.

Meski rugi, WIKA justru mengemas pendapatan Rp6,28 triliun, naik 7,19% dari Rp5,86 triliun di semester I 2025.

Kenaikan pendapatan mendorong laba kotor melonjak 87,56% menjadi Rp886,33 miliar dari Rp472,56 miliar. Beban pokok pendapatan relatif stabil di Rp5,39 triliun.

Kemudian sisi operasional, WIKA mencatat laba usaha Rp314,66 miliar. Naik signifikan 136,20% dari Rp133,27 miliar pada semester I 2025. 

Beban penjualan ditekan menjadi Rp5,97 miliar. Sementara beban umum dan administrasi naik 12,59% menjadi Rp573,48 miliar.

Tekanan utama WIKA masih berasal dari beban keuangan yang stagnan di level Rp1,31 triliun. Perseroan juga mencatat beban pajak penghasilan final Rp118,20 miliar, naik dari Rp109,56 miliar.

Dari pos entitas asosiasi, WIKA masih rugi Rp51,86 miliar. Namun, sudah membaik dari rugi Rp84,50 miliar tahun lalu. Bagian laba entitas ventura bersama naik menjadi Rp328,05 miliar.

Secara keseluruhan, rugi sebelum pajak penghasilan WIKA tercatat Rp1,55 triliun, membaik 8,28% dari Rp1,69 triliun.

Aspek neracanya per 30 Juni 2026, total aset WIKA turun 2,39% menjadi Rp48,94 triliun. Total liabilitas sebesar Rp48,82 triliun dan yang paling mencolok, total ekuitas WIKA anjlok 92,27% menjadi Rp130,15 miliar dari Rp1,68 triliun per Desember 2025.