EmitenNews.com - Suasana kios pupuk pertanian milik Hj. Caryati nyaris tidak pernah sepi pelanggan. Setiap hari, satu per satu petani bergantian datang untuk membeli keperluan pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya di kios yang berada di wilayah Dusun Sukajaya, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang Jawa Barat tersebut. 

Tak hanya menjual pupuk subsidi untuk kebutuhan pertanian, dalam kesehariannya Hj. Caryati ternyata juga aktif menjadi AgenBRILink di kampungnya. Awalnya ia dan suaminya merintis usaha kios pupuk. Usaha ini dilakukan karena tingginya kebutuhan pupuk di sekitarnya yang mayoritas adalah Petani.

"Awalnya dulu itu suami saya kan suka nyari pupuk untuk kebutuhan pertanian kami, tapi kok pupuk itu susah ya. Terus tanya-tanya soal pestisida juga. Waktu itu kami sempat bingung ini pupuk benar-benar langka atau gimana? Akhirnya dari situ sekitar tahun 2011 kami ada ide buka kios pupuk. Jadi, kios ini dibangun untuk mencukupi kebutuhan sendiri dan juga untuk dijual ke masyarakat sekitar," ungkap dalam rilis yang diterima Senin (18/3/2024).

Pada tahun 2022, Hj. Caryati mendapatkan tawaran menjadi Agen mitra UMi BRILink oleh salah satu mantri BRI di daerahnya. Agen mitra UMi adalah agen yang fokus menyalurkan pinjaman ultra mikro dari BRI ke masyarakat. Ia melihat bahwa kesempatan ini bisa menjadi peluang bagus untuk mengembangkan usahanya. 

“Saya pikir waktu itu ada beberapa petani yang belanja ke kios saya mengeluh kurang modal. Di pertengahan tanam, kurang 3 bulan panen, mereka kurang modal. Kadang-kadang si penggarap kurang modal. Akhirnya saya tertarik mencoba karena ini bisa jadi peluang untuk membantu mereka,” jelasnya.

Di awal resmi menjadi mitra UMi BRILink, Hj. Caryati mencari nasabah dengan menawarkan ke orang-orang terdekat, salah satunya adalah saudaranya yang menjadi pemilik lahan. Ia menjelaskan detail tentang tata cara peminjaman, nominal, skema, hingga tenornya berapa lama. Ternyata, dari situ ada beberapa penggarap yang datang untuk mendapatkan pinjaman. 

Selain itu, Hj. Caryati juga menawarkan ke beberapa petani yang sering belanja pupuk di kiosnya. Akhirnya dari mereka yang pernah meminjam itu semakin berkembang dari mulut ke mulut. “Jadi, setiap ada yang butuh tambahan uang, saya coba kasih solusi pinjaman UMi ini karena memang bunganya rendah, cepat cair, dan tidak memberatkan masyarakat.” 

Usaha Terus Berkembang, Nasabah Makin Terbantu

Secara tak terduga, usaha Hj. Caryati pun berkembang seiring semakin banyaknya masyarakat yang mengenalnya sebagai mitra UMi. Kebutuhannya tak hanya sebatas modal usaha tani, tapi banyak juga yang membutuhkan pinjaman untuk keperluan rumah tangga.

“Saya jelaskan kalau saya nggak jualan barang, tapi mereka bisa mengajukan pinjaman UMi ke BRI, nanti bayarnya ke saya bisa dicicil mingguan atau bulanan terserah. Jadi ya gitu akhirnya usaha saya juga berkembang memberikan pinjaman untuk kredit kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya kemudian.