Kolaborasi dengan IPB, Lampung Barat Optimalkan Potensi Kopi Via OVOC
:
0
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menerima audiensi mahasiswa IPB University peserta Program OVOC di Pekon (Desa) Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat, Rabu (1/7/2026). Dok. Pemkab Lampung Barat.
EmitenNews.com - Serius betul Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, menggarap potensi daerahnya. Mereka mengoptimalkan pengelolaan potensi sektor kopi dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi dengan IPB University dalam program One Village One CEO (OVOC). Sasarannya mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di desa.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengemukakan hal tersebut saat menerima audiensi mahasiswa IPB University peserta Program OVOC di Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat, Rabu (1/7/2026).
Kepada tamunya. Bupati Parosil Mabsus menyampaikan, pihaknya mengapresiasi IPB University yang telah memilih daerah ini sebagai lokasi pembelajaran pengembangan ekosistem bisnis desa berbasis kopi. “Ini momentum strategis untuk mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing."
Program OVOC dinilai sangat relevan diterapkan di Lampung Barat karena hampir seluruh pekon (desa) memiliki potensi besar di sektor perkebunan kopi.
Program ini dirancang untuk membentuk SDM yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan di tingkat desa.
Melalui program tersebut, mahasiswa dibekali pengetahuan mulai dari praktik budidaya yang baik (good agricultural practices), pengolahan pascapanen, pengembangan produk bernilai tambah, strategi pemasaran, hingga penguatan kelembagaan petani dan UMKM.
"Kita ingin setiap pekon memiliki generasi yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, mengelola potensi kopi secara profesional, serta mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan," ujarnya.
Kabupaten Lampung Barat salah satu sentra utama penghasil kopi robusta di Indonesia dengan luas areal perkebunan mencapai lebih dari 54 ribu hektare dan produksi sekitar 63 ribu ton per tahun. Sektor ini menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 36 ribu kepala keluarga atau sekitar 70 persen rumah tangga petani di wilayah tersebut.
Data yang ada menunjukkan, Kopi Robusta Lampung Barat ditanam pada ketinggian 600 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan kondisi tanah vulkanik yang subur. Itulah yang kemudian menghasilkan karakter cita rasa khas yang kompetitif di pasar nasional maupun internasional. ***
Related News
Lelang Mobil Dinas DPR, Harga Pembukaan Mulai Rp92 Juta
Bawa Solusi, PNM Buka Peluang Kerja Lulusan SMA Keluarga Prasejahtera
Pembobol Rekening Warga Salatiga, Buron Sejak 2025 Ditangkap di Sulsel
Subsidi Tiket Kereta Libur Sekolah Semester II Tembus 110 Persen
Data PPATK Pemain Judol di Bandung 80 Ribu Orang, Wali Kota Bertindak
Indikasi Korupsi Listrik Padam Bergilir, CERI Dukung Polri Tuntaskan





