Komisaris YAT Tersangka Kelima Korupsi BGN, Kejagung Ungkap Perannya
:
0
Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono. Dok. SINDOnews.
EmitenNews.com - Kejaksaan Agung mengungkap peran Andri Mulyono (AM) dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional 2025–2026. Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) itu, penyedia sepeda motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh BGN. Kejagung menduga harga pengadaannya digelembungkan (mark-up). AM tersangka kelima dalam kasus ini.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Korupsi (Dirdik Jampidsus) Syarief Sulaeman Nahdi mengemukakan hal tersebut kepada warta, di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Jaksa Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan AM ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi dan ditemukan alat bukti yang cukup.
"Jumat, 12 Juni 2026, kami penyidik pada Jampidsus telah melakukan pemeriksaan pada satu orang saksi atas nama AM, selaku Komisaris PT YAT," kata Syarief di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Jumat.
Setelah pemeriksaan AM sebagai saksi dan berdasarkan dua alat bukti yang cukup maka tim penyidik menetapkan AM sebagai tersangka.
Syarief mengungkapkan, tahun 2025, AM selaku komisaris dan pengendali PT YAT yang bergerak di bidang pengadaan barang dan logistik, bertemu dengan Lodewyk Pusung, Wakil Kepala BGN saat itu.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk melakukan presentasi profil perusahaan dalam rangka mengerjakan proyek-proyek pengadaan barang di BGN. Setelah pertemuan itu, Andri Mulyono mendapatkan informasi mengenai adanya proyek pengadaan sepeda motor listrik di BGN.
"Saudara AM secara melawan hukum sejak Februari 2025 melakukan komunikasi aktif dengan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) untuk menindaklanjuti rencana pengadaan tersebut," ujarnya.
Status PT YAT Belum Miliki Bengkel Aktif
Saat komunikasi dengan PPK berlangsung, status PT YAT belum memiliki dealer atau bengkel aktif serta tidak memenuhi persyaratan. Padahal, proses pengadaan pada saat itu juga belum dimulai.
Related News
Separuh Wilayah RI akan Alami Kemarau Lebih Kering, Ini Imbauan BMKG
Berpakaian Serba Hitam Dukung Demo Mahasiswa, Begini Aksi Zaskia Mecca
Tidak ada Kelangkaan Pertalite, Pertamina Jamin Distribusi Aman Lancar
Bos Blueray Cargo Ungkap Suap Pegawai Bea Cukai Rp5 Miliar Sebulan
Korupsi Program MBG, Zulhas Ungkap Negara Tekor Rp1T Sebulan
Soal Sitaan Uang di Rumah Silmy Karim, KPK Beri Klarifikasi Ini





