Kondisi Geopolitik Abnormal, Presiden Pesan Jangan Gunakan Pendekatan Normal
:
0
EmitenNews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut saat kondisi geopolitik yang tidak pasti seperti sekarang ini, maka dibutuhkan pemikiran "Abu Nawas" yang cerdik dan lihai untuk hadapi krisis.
"Saya titip ke ekonom, jangan menggunakan pakem-pakem yang ada, jangan menggunakan standar yang ada karena saat ini sangat tidak normal sehingga dibutuhkan pemikiran 'Abu Nawas', yang 'kancil-kancil'," kata Presiden dalam "Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2022", di Jakarta, Rabu (7/9) yang dihadiri para Menteri Kabinet Indonesia Maju, CEO CT Coprs, Chairul Tanjung, dan sejumlah ekonom.
Menurut Kepala Negara, menghadapi situasi yang tidak normal saat ini tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan makro saja, tetapi harus ditambah mikro. "Mikro juga belum dapat ya harus makro-mikro, ya detail, fokus, ketemu nanti, satu per satu (caranya) karena sekali lagi keadaan sangat tidak normal," tambah dia.
Pada kesempatan itu Presiden meyakini perang antara Rusia dan Ukraina belum akan segera selesai dalam waktu dekat, sehingga para pejabat negara hingga ekonom perlu membuat strategi untuk menghadapi krisis.
"Dari ketemu dengan dua presiden itu, saya simpulkan keadaan ini akan berjalan masih lama lagi, jangan berharap perang besok atau bulan depan selesai," tandasnya.(fj)
Related News
Harga Ayam Stabil Rp42 Ribu, Margin Emiten Unggas Aman
Impor Minyak Melonjak, Defisit Dagang Jepang Membengkak
Selat Hormuz Panas, Minyak Dunia Tertahan di USD86
Buyback Obligasi Melonjak, Sinyal Hijau Pasar AS
Utang AS Catat Rekor Baru, Jauh di Atas Total Utang Negara ASEAN
PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) Jelaskan Dugaan Transfer Pricing





