Konflik AS-Iran Picu Inflasi Global, Emas Dunia dan Antam Turun Tajam
:
0
Emas Aneka Tambang (Antam)
EmitenNews.com - Harga emas dunia dan domestik mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (13/7) pagi. Penurunan ini dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada akhir pekan lalu yang mendorong lonjakan harga energi serta memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga bank sentral.
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot merosot 1,2 persen ke level USD4.070,98 per ons. Penurunan ini melanjutkan tren negatif setelah emas kehilangan 1,4 persen pada pekan yang berakhir 12 Juli. Peperangan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang bahwa Federal Reserve AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu lebih lama demi memerangi inflasi yang membandel.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan pada 11 dan 12 Juli. Konflik ini menimbulkan ketidakpastian mengenai jalur transit energi di Selat Hormuz. Pihak Iran menyatakan jalur air tersebut ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut, namun klaim itu dibantah pihak AS.
"Pasukan Amerika memulai serangan untuk memastikan kebebasan navigasi," demikian pernyataan resmi Komando Pusat AS.
Risalah rapat The Fed bulan Juni memang menunjukkan kekhawatiran para pejabat bank sentral AS terhadap inflasi, sementara kondisi pasar tenaga kerja mulai mereda. Tingginya biaya pinjaman menjadi sentimen negatif bagi emas karena aset ini tidak memberikan bunga. Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) mencatat dana lindung nilai dan manajer investasi telah memangkas taruhan bullish pada emas menjadi 114.854 kontrak untuk pekan yang berakhir 7 Juli.
Sentimen global ini langsung berdampak pada pasar domestik Indonesia. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) anjlok sebesar Rp20.000 per gram pada Senin (13/7). Berdasarkan informasi dari situs resmi logammulia.com, harga emas Antam pecahan 1 gram kini berada di level Rp2.635.000, turun dari harga hari Minggu kemarin yang mencapai Rp2.655.000 per gram.
Senada dengan harga jual, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam oleh logammulia.com juga melemah sebesar Rp20.000 per gram menjadi Rp2.395.000 per gram, dibandingkan dengan harga buyback hari sebelumnya senilai Rp2.415.000 per gram.
Selain emas, pelemahan juga melanda komoditas logam mulia lainnya di pasar global. Harga perak merosot 2,1 persen menjadi USD58,64 per ons, disusul penurunan pada platinum dan paladium. Sebaliknya, Indeks Spot Dolar Bloomberg yang mengukur kekuatan mata uang AS justru menguat 0,2 persen. (*)
Related News
Bangkit Usai Suspensi BEI, BAIK Siapkan Agenda Untuk Paparan Publik
Pertahankan Predikat Maskapai Paling Tepat Waktu, Ini Kiat Pelita Air
Rupiah Menguat ke Rp17.627 per Dolar AS Pagi Ini
Harga Emas Antam Naik Rp31 Ribu Jelang Data Tenaga Kerja AS
Nilai Tukar Rupiah Diramal Bakal Menguat Hari Ini (4/9), Apa Pemicunya
Lonjakan Yield Obligasi Jepang Picu Kekhawatiran Carry Trade Yen





