Konflik Global Harga Plastik Naik, Pemerintah Cari Sumber Pasokan Baru
:
0
Menteri Perdagangan Budi Santoso. Dok. InfoPublik.
EmitenNews.com - Pemerintah mencari sumber pasokan baru bahan baku plastik. Krisis global yang dipicu oleh perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, menyulut gangguan rantai pasok yang membuat harga plastik di Tanah Air melonjak. Lonjakan harga plastik sudah membuat para pengusaha UMKM mengeluh karena berimbas pada ongkos produksi.
Kepada pers, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (13/4/2026), Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, selama ini Indonesia masih bergantung pada impor naphta sebagai bahan baku bijih plastik dari Timur Tengah. Namun, pasokan dari kawasan itu saat ini masih terganggu akibat dampak perang.
“Bahan baku plastik itu memang kita impor. Untuk bijih plastik itu naphta dari Timur Tengah selama ini. Karena imbas perang sehingga otomatis terganggu dari sana,” kata Mendag Budi Santoso.
Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, pemerintah mulai mencari alternatif pasokan dari sejumlah negara. Di antaranya, India, Amerika Serikat, dan kawasan Afrika.
Komunikasi dengan para produsen di negara-negara tersebut juga sudah dilakukan, dan sudah dapat. Tetapi, masih perlu waktu. Apalagi karena akibat konflik di Timur Tengah, pengapalan agak terganggu.
Pemerintah juga mengoordinasikan perwakilan perdagangan di luar negeri untuk membantu mencari sumber pasokan alternatif dari negara lain.
Satu hal, krisis bahan baku plastik saat ini bersifat global. Sejumlah negara produsen seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura juga mengalami gangguan produksi yang sama.
Terkait sumber pasokan bahan baku plastik yang baru, realisasi impor masih membutuhkan waktu, sehingga untuk sementara industri masih mengandalkan stok yang tersedia.
“Impor dari tiga negara tadi sudah diproses. Cuma kan perlu waktu. Jadi sekarang masih proses dengan stok yang ada,” ujarnya.
Pemerintah berupaya mempercepat kedatangan pasokan baru guna meredam kekhawatiran pelaku usaha dan pedagang yang mulai terdampak kenaikan harga plastik.
Sejauh ini, pemerintah belum dapat memastikan kapan harga plastik bakal kembali stabil. Sebab, kondisi ini sangat bergantung pada perkembangan situasi global serta kelancaran pasokan dari negara alternatif.
Harga plastik di pasaran naik drastis sekitar 30-40 persen per April 2026, terutama disebabkan oleh lonjakan harga bahan baku naphta akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Sementara itu, gangguan di Selat Hormuz menghambat pasokan minyak mentah, yang merupakan bahan dasar pembuatan biji plastik. Ketergantungan impor bahan baku yang tinggi membuat harga produk akhir ikut melonjak.
“Memang krisis global. Alternatif bahan baku plastik dari negara lain sebagian sudah kita dapat, dan kita terus mencari negara lain yang bisa mensuplai,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso. ***
Related News
Lebih Cepat dari Prediksi, Rupiah Bakal Melemah ke Rp17.400 Pada April
Akselerasi Blok Masela Dinilai Krusial Jaga Kedaulatan Ekonomi
Dampingi Presiden, Bahlil Usung Diplomasi Energi Ke Rusia
DPR Ingatkan Dampak Sistemik Jika Konflik Global Berkepanjangan
ASEAN Perkuat Sinergi Hadapi Tekanan Global
Harga Emas Antam Turun Rp42.000 Per Gram





