EmitenNews.com - Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) akan melakukan private placement Rp4,35 triliun. Itu dengan melepas 14.505.112.734 helai alias 14,5 miliar saham pada harga Rp300. Penerbitan saham seri B setara 580,17 persen dari modal ditempatkan, dan disetor itu dibalut nilai nominal Rp100. 

Tindakan itu, dilakukan untuk mengonversi sebagai utang kepada kreditur perseroan. Perseroan akan mengonversi utang kepada Poseidon, Pacific Harbor Advisors, para pemegang surat utan berdasar Trust Deed, Bakrie Capital Indonesia, Indo Alam Resources, Biofuel Indo Sumatra (BIS), dan Danatama sebesar Rp4,35 triliun, menjadi saham baru sari B maksimal 14,5 miliar eksemplar.

Dengan pelaksanaan transaksi konversi utang menjadi saham baru melalui mekanisme private placement, langkah tersebut akan memperbaiki posisi keuangan. Di mana, perseroan akan memiliki rasio utang lebih sehat, beban keuangan berkurang, dan arus kas lebih kuat di masa mendatang.

Reguk Sejumlah Manfaat

Aksi itu akan memberi sejumlah manfaat. Antara lain memperkuat struktur permodalan. Dengan pengurangan utang sekaligus penambahan saham akan membantu perseroan memiliki rasio utang terhadap ekuitas lebih sehat, solid, dan fleksibel. Lalu, mengurangi beban keuangan, pada akhirnya  meningkatkan profitabilitas, memperkuat struktur arus kas di masa mendatang disebabkan pokok utang susut. 

Nah, dengan penurunan beban keuangan, dan penguatan rasio utang terhadap ekuitas terus membaik, akan memberi kemampuan, dan ruang untuk memperoleh pendanaan-pendanaan baru guna mendukung operasional, dan ekspansi usaha perseroan.

Kalau rencana itu, serjalan sesuai skenario, setiap pemegang saham lama perseroan akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham alias dilusi sebesar 85,30 persen. Rencana itu, akan dimintakan persetujuan investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Senin, 25 Mei 2026. (*)