EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan bergerak melemah. Pasalnya, investor akan merespon kebijakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan tingkat suku bunga kala Amerika Serikat (AS) menaikkan.
Selain itu, nilai tukar rupiah terus terdampak negatif. Di samping itu, pelemahan harga batu bara juga akan menjadi penyebab koreksi IHSG. ”IHSG akan bergerak pada rentang support 6.770, dan resisten 7.010,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas.
Secara teknikal, IHSG kembali menguji level resistance terbentuk dari indikator MA 80. Di samping itu, indikator stochastic membalikkan arah setelah terjadi death cross pada hari sebelumnya. Beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu PTBA, FILM, MDKA, INCO, ANTM, PGAS, TAPG, STAA, dan BTPS.
Pada perdagangan kemarin, IHSG melesat 1,07 persen menjadi 6.914,14. Pergerakan harga komoditas menjadi pendorong utama pergerakan saham-saham dalam negeri. Natural gas naik 4 persen, mendorong sektor transportasi naik 6,42 persen, dan energi melejit 2,23 persen. Sektor industri dasar menguat 1,87 persen, dan perindustrian menanjak 1,35 persen. Investor asing membukukan net buy Rp19,58 miliar dengan saham-saham paling banyak diburu PGAS, BBRI, dan BBNI.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street bergerak mix. Indeks Dow Jones positif, S&P 500, dan Nasdaq melemah. Nasdaq terkoreksi 2,35 persen. Bursa Asia pagi ini bergerak mixed. Indeks Nikkei minus 0,2 persen, dan indeks Kospi naik 0,5 persen. (*)
Related News
Bursa Jelang Libur Nyepi dan Idulfitri, Perdagangan Sisa 2 Hari Lagi!
Jelang Idulfitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako
Akhiri Sesi Siang, IHSG (13/3) Kembali Longsor 1,81 Persen ke 7.228
Timteng Memanas, Pertamina Relokasi 19 Perwiranya di Irak dan UAE
Permintaan Bensin Periode Puasa-Lebaran Diproyeksikan Naik 9,6 Persen
Tak Mau Tergantung Minyak, Pemerintah Bersiap Ganti Pembangkit Solar





