EmitenNews.com -Menentukan langkah investasi dengan mengetahui profil calon perusahaan yang menjadi tujuan investasi sangatlah penting. Salah satu emiten yang cukup menarik untuk diperhatikan adalah PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) yang terus berupaya memperbaiki kinerjanya dengan strategi pertumbuhan yang ditempuh melalui portofolio bisnis yang saling menopang.

 

Berdiri sejak 1991, PT Intikeramik Keramik Alamasri Tbk (IKAI) telah tumbuh tinggi melampaui cita-cita awalnya. IKAI memulai bisnisnya dari pabrik keramik di Tangerang, Banten, Indonesia. Beroperasi komersial sejak 1993, IKAI berhasil mengeluarkan produk unggulan berupa homogenous tile (ubin porselen) yang pertama di Indonesia.


Ubin dengan merek dagang Essenza ini kemudian mampu menjadi market leader dalam skala lokal dan menarik banyak minat di kancah internasional.

 

Hanya dalam kurun setahun, demi memenuhi lonjakan permintaan pasar, IKAI menambah satu lini produksi. Aksi ini menjadikan kapasitas produksi IKAI meningkat hingga 1,8 juta m3 per tahun dan menjadikan IKAI sebagai pelopor dan produsen ubin porselen terkemuka, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di regional Asia Tenggara.

 

Dengan rekam jejak yang impresif tersebut, Essenza produksi IKAI berhasil meraih banyak apresiasi, baik dalam skala nasional maupun internasional, seperti Forbes 2015 - 20 Rising Global Stars, 2014 Superbrands, SWA Top 250 Original Indonesia Brands, 2013 iDea Rumah, Readers Choice Awards, 2009 Businessweek-Frontiers Indonesia Most Admired Companies, dan 2007 Primaniyarta Awards. Hingga hari ini Essenza juga menjadi pilihan utama setidaknya di lebih 40 negara dan terlibat dalam sejumlah proyek prestisius berskala global.

 

Untuk semakin meneguhkan posisi bisnisnya, pada 1997 untuk pertama kalinya IKAI melantai ke bursa saham dengan kode emiten IKAI. Kemudian pada 2017 IKAI mengembangkan sayapnya ke ranah bisnis properti dan perhotelan.

 

Arthalia Ariati Hidayat selaku Peneliti tata kelola perusahaan yang saat ini sedang menempuh doktoral di Victoria University of Wellington, Selandia Baru dan juga Dosen Universitas Prasetiya Mulya (2014-2023) mengatakan bahwa hari ini, dengan model bisnis yang saling menopang, IKAI memiliki tiga lini bisnis utama. Lini bisnis pertama ialah manufaktur produk keramik dengan produk unggulan Essenza. Lini bisnis kedua ialah properti hotel berorientasi wisata dengan produk unggulan Swiss-Belhotel Bogor, Swiss-Belinn Gajah Mada Medan dan Hotel Saka Medan. Sedangkan lini bisnis ketiga ialah pengembangan lahan properti strategis. Tiga bisnis yang berbeda ini bertemu di satu hilir platform industri properti.

 

Investasi Berkelanjutan dan Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham. IKAI memiliki visi untuk menjadi perusahaan investasi terkemuka yang memberikan pertumbuhan investasi yang berkelanjutan (sustainable investment) dengan terus menerus memperbaiki nilai pemegang sahamnya (creating shareholders value). Visi ini dicapai dengan terus menerus secara strategis membangun dan menumbuhkan investasi dan senantiasa memperkuat fundamental bisnis.

 

“Demi memastikan pencapaian visi tersebut, pertumbuhan IKAI bertumpu pada tiga strategi utama yang secara simultan terus dilakukan dan dipertahankan. Strategi pertama ialah revenue model yang beragam. Tiga lini bisnis utama IKAI, yakni manufaktur, hospitality, dan properti, memiliki model revenue yang saling menopang satu sama lainnya,” kata Arthalia Ariati Hidayat kepada EmitenNews.com, Senin (16/10/2023).