EmitenNews.com - Trisula Textile Industries (BELL), emiten penyedia kain, seragam, dan fashion berkualitas optimistis meraih pertumbuhan single digit sepanjang tahun buku 2025, meski kondisi industri nasional sempat menghadapi berbagai tantangan. Optimisme itu, didukung capaian kinerja solid kuartal III-2025 dengan laba kuartalan Rp1,16 miliar dari kuartal sebelumnya hanya Rp234,95 juta.

Pertumbuhan kinerja itu, salah satunya didongkrak penjualan segmen seragam akibat permintaan pengadaan seragam baru untuk pelanggan instansi, dan korporasi. Penjualan seragam periode ini mencapai Rp37,30 miliar dibanding kuartal sebelumnya hanya Rp2,74 miliar. Sukses menjaga kinerja positif mencerminkan strategi perseroan yang adaptif terhadap dinamika, dan kebutuhan pasar. 

”Sejalan dengan itu, BELL optimistis dapat membukukan pertumbuhan kinerja pada level single digit sepanjang tahun buku 2025. Optimisme itu, diperkuat komitmen BELL untuk terus berinovasi, menjaga kualitas produk dalam menghadirkan solusi tekstil, dan garmen selaras dengan kebutuhan pasar domestik,” tutur Karsongno Wongso Djaja, Direktur Utama BELL. 

Di samping langkah internal secara terus menerus dilakukan sebagai upaya mempertahankan kinerja, kondisi industri juga mulai menunjukkan perbaikan sejak semester dua tahun 2025, dilanjutkan dengan dukungan dari pemerintah terhadap industri TPT tanah air menjadi angin segar bagi para pelaku industri TPT. 

Capaian positif itu, menjadi fondasi bagi BELL untuk memperkuat kinerja keuangan pada 2026. Langkah itu, dijalankan melalui strategi terukur. Antara lain peremajaan mesin produksi, konsistensi dalam menjaga kualitas produk,  pengembangan produk baru berbasis riset dan inovasi, termasuk menghadirkan Trisula Innovation Center sebagai fasilitas pendukung inovasi terintegrasi. 

“Perbaikan kondisi industri ditambah dengan rencana dukungan dari pemerintah terhadap industri TPT tahun ini menjadi sinyal positif bagi para pelaku industri TPT, termasuk BELL sebagai pemain tekstil dalam negeri. Momentum ini menjadi peluang bagi kami untuk memperkuat kinerja BELL di tahun 2026,” tegas Karsongno dalam public expose insidentil atas permintaan Bursa Efek Indonesia. 

Pada public expose insidentil itu, perseroan memaparkan kinerja, dan rencana bisnis ke depan. Soal nilai saham, BELL menegaskan hal tersebut merupakan hasil dari mekanisme pasar. “Kami memahami ketertarikan pasar terhadap pergerakan harga saham. Filosofi kami nilai jangka panjang berkelanjutan dari fundamental kokoh perusahaan. Fokus utama kami eksekusi strategi bisnis, peningkatan efisiensi operasional, dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” ucap Karsongno. (*)