Kunci Dividen, Investor Benua Biru Lego Jutaan Saham SMGR
:
0
Pabrik semen terintegrasi milik Semen Indonesia Group di Cilacap, Jawa Tengah. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Invesco Funds mengurangi timbunan saham Semen Indonesia alias SIG (SMRG). Perusahaan asal Ibu Kota Luxembourg itu, diketahui melepas 4,37 juta eksemplar. Transaksi divestasi tersebut telah dipatenkan pada 25 Mei 2026.
Transaksi penjualan tersebut dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp1.772 per eksemplar. Menyusul skema harga itu, investor asal Benua Biru, Eropa tersebut mengemas dana senilai Rp7,75 miliar. Sebagai akibat transaksi itu, koleksi saham SIG dalam genggaman Invesco mengalami penyusutan.
Tepatnya, menjadi 469,65 juta lembar setara dengan 6,9563 persen. Menciut 0,0648 persen dari episode sebelum transaksi sebanyak 474,03 juta eksemplar alias 7,0211 persen. Transaksi divestasi lima hari selepas cum date dividen SIG pada 20 Mei 2026.
Berdasar data kepemilikan saham itu, Invesco akan meneri dividen senilai Rp13,42 miliar. Itu dari kalkulasi kepemilikan saham Invesco 474,03 juta lembar dikali dengan dividen SIG Rp28,33 per lembar. Sekadar informasi, SMGR bakal menebar dividen tunai Rp190,85 miliar, 100 persen dari tabulasi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp190,85 miliar.
Sulap Laba 100 Persen Jadi Dividen
Dengan kebijakan itu, para investor akan menerima suntikan dividen Rp28,33 per helai. Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 8 Mei 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 20 Mei 2026.
Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 21 Mei 2026. Cum dividen pasar tunai pada 22 Mei 2026. Ex dividen pasar tunai pada 25 Mei 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 22 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 11 Juni 2026.
Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, SMGR mengemas laba bersih Rp190,85 miliar. Jumlah ekuitas terakumulasi senilai Rp47,72 triliun. Dan, total aset Rp76,56 triliun, susut dari akhir tahun sebelumnya Rp76,99 triliun. (*)
Related News
BTN Kucuri Pindad Rp1,5 T, Sokong Produksi Maung MV3 hingga Amunisi
TCPI Masuk Radar HSC BEI! 94 Persen Saham Dikuasai Segelintir Investor
Free Float Jumbo, TCPI Sandang Status HSC
Direksi OMED Tambah Koleksi Saham, Borong 10 Ribu Lembar
Naik Kasta, MERK Jadwal Dividen 51,51 Persen Laba, Yield 7,05 Persen
Respons PP Ekspor SDA, Wilton Makmur (SQMI) Pastikan Belum Ada Dampak





