EmitenNews.com - PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), emiten jasa keuangan Grup Sinar Mas, mencatatkan penurunan laba sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Laba tahun berjalan perseroan menyusut 24,60% menjadi Rp2,33 triliun dari Rp3,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring penurunan pendapatan konsolidasi. Seiring itu, perseroan mencatat laba per saham turun menjadi Rp363 per saham dari sebelumnya Rp477 per saham. 

Dalam laporan keuangan kuartal III-2026 yang dikutip Minggu (1/11/2026), SMMA membukukan pendapatan konsolidasi Rp27,37 triliun, turun 8,06% dibandingkan Rp29,77 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Penurunan tersebut terutama dipicu pendapatan jasa asuransi yang tercatat Rp14,83 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp16,59 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban perseroan juga turun menjadi Rp24,99 triliun dari Rp26,61 triliun. Namun, penurunan beban tersebut belum mampu menahan penyusutan laba perseroan.

Dengan capaian tersebut, kinerja SMMA hingga September 2026 menunjukkan tekanan pada pendapatan yang diikuti penurunan laba dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Harga Saham Melonjak Sepanjang Tahun 

Di tengah gonjang-ganjing pasar saham domestik imbas MSCI, harga saham SMMA malah menunjukkan kenaikan signifikan.

Berdasarkan data RTI Business, pada hari terakhir perdagangan Oktober 2026, SMMA mencatat kenaikan 225 poin menjadi Rp20.525 per saham. Dalam satu bulan terakhir kenaikannya bahkan mencapai 425 poin atau 2,11%

Ditarik lebih ke belakang, harga SMMA ternyata mencatat kenaikan signifikan 6.025 poin atau 41,55% secara year to date (YTD).