Laba Bank Mandiri (BMRI) Tembus Rp45,5 Triliun, Melonjak 20,7 Persen
:
0
Kantor pusat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Foto: EmitenNews)
EmitenNews.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun hingga kuartal III-2026, tumbuh 20,7% secara tahunan. Pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan nonbunga, dan efisiensi operasional menjadi penopang kinerja bank pelat merah tersebut di tengah ekspansi bisnis.
Dari sisi intermediasi, kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.605,8 triliun per September 2026, meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi, yakni 17,7% menjadi Rp1.750,2 triliun. Sementara itu, total aset meningkat 20,1% secara tahunan menjadi Rp2.404,1 triliun.
Dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026), Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pertumbuhan bisnis tersebut turut memperkuat pendapatan perseroan. Hingga September 2026, pendapatan bunga tumbuh 7,08% menjadi Rp97,3 triliun, sedangkan pendapatan nonbunga naik 13,8% menjadi Rp29,4 triliun.
Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) meningkat 6,2% menjadi Rp61,2 triliun. Secara bank only, total pendapatan mencapai Rp90,6 triliun, tumbuh 8,54% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi biaya, beban operasional turun 9,03% menjadi Rp32,7 triliun. Perbaikan tersebut tercermin pada rasio cost to income (CIR) yang menyusut menjadi 36,1%, dibandingkan 43% setahun sebelumnya. Adapun return on equity (ROE) mencapai 23,6% dan return on assets (ROA) sebesar 2,99%.
Pertumbuhan bisnis juga diikuti perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto bank only turun menjadi 0,98% per September 2026, dari 1,03% setahun sebelumnya. Rasio pencadangan terhadap NPL atau NPL coverage berada di level 243%, sementara cost of credit tercatat 0,55%.
Kredit dalam perhatian khusus atau special mention loan (SML) juga turun menjadi 2,88% dari 3,35% pada periode yang sama tahun lalu. Pada segmen korporasi, NPL tercatat 0,30%, sedangkan NPL kredit ekosistem turunan berada di level 0,90%. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) bank only mencapai 18,4%.
Ekspansi kredit berbasis ekosistem menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis. Kredit korporasi mencapai Rp700 triliun per September 2026, tumbuh 22% secara tahunan. Sementara itu, kredit ekosistem turunan yang mencakup segmen SME, mikro, dan konsumer mencapai Rp174 triliun, meningkat 9%.
Pada segmen usaha mikro, kredit non-subsidi tercatat Rp31,2 triliun, tumbuh 12,9% secara tahunan. Pembiayaan tersebut telah menjangkau 37 provinsi.
Di kanal digital, Livin’ by Mandiri memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar per September 2026. Sepanjang Januari hingga September, aplikasi tersebut mencatat 4,18 miliar transaksi senilai Rp3.863 triliun, masing-masing tumbuh 22% dan 20% secara tahunan. Sementara itu, Kopra by Mandiri mencatat 406 ribu pengguna terdaftar dengan nilai transaksi Rp22.801 triliun, naik 17%.
Bank Mandiri juga mengembangkan bisnis bullion melalui layanan tabungan emas, cicilan emas, dan pengambilan emas fisik. Nasabah dapat bertransaksi melalui Livin’ by Mandiri, dengan dukungan 28 ATM Emas dan 458 cabang untuk pengambilan emas fisik.
Related News
Tambah Porsi, Terang Anugrah Kini Kuasai 71,16 Persen Saham HRTA
Kini Debitur KPR Bank INA (BINA) Bisa dapat Perlindungan AJK JAGADIRI
INDF dan ICBP Akan Gelar Buyback, Totalnya Rp1,5 Triliun
MD Entertainment (FILM) Masuk Daftar HSC Lagi, Total jadi 82 Emiten
Kurangi Porsi, Sang Komut Kini Kuasai 75 Persen Saham Suparma (SPMA)
Tambah Portofolio, Komut Ini Investasi di Saham Estetika Tata (BEEF)





