EmitenNews.com - Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) sepanjang tahun lalu meraih laba bersih Rp216,77 miliar. Melejit 68 persen dari episode sama 2021 sejumlah Rp128,68 miliar. Laba bersih per saham dasar menjadi Rp86,71 per lembar dari periode sama tahun sebelumnya Rp51,47. 


Penjualan bersih Rp4,18 triliun, menanjak 5 persen dari edisi sama 2021 sebesar Rp3,97 triliun. Beban pokok bengkak 14 persen menjadi Rp3,40 triliun dari edisi sama 2021 sebesar Rp2,98 triliun. Laba kotor Rp785,88 miliar, susut 19 persen dari episode sama 2021 sejumlah Rp982,29 miliar. Beban penjualan turun menjadi Rp86,27 miliar dari Rp97,44 miliar.


Beban umum dan administrasi Rp384,47 miliar, bengkak dari Rp375,51 miliar. Penghasilan keuangan Rp4,11 miliar, menanjak dari Rp2,82 miliar. Kerugian selisih kurs bersih Rp783,30 miliar, bengkak dari Rp167,35 miliar. Penyisihan untuk kerugian penurunan nilai bersih Rp536,40 miliar, bengkak dari Rp48,13 miliar. 


Beban keuangan Rp193,14 miliar, turun dari Rp296,11 miliar. Kerugian atas perubahan nilai wajar aset biologis bersih Rp127,86 miliar, turun dari Rp186,07 miliar. Lain-lain bersih Rp2,26 triliun, melambung 1.621 persen dari edisi sama 2021 sejumlah Rp131,74 miliar. 


Laba sebelum manfaat pajak penghasilan Rp946,71 miliar, naik 197 persen dari edisi sama 2021 sebesar Rp318,37 miliar. Beban pajak  penghasilan bersih Rp16,51 miliar, susut 91 persen dari episode sama 2021 sebesar Rp200,86 miliar. Laba bersih Rp930,20 miliar, menanjak 691 persen dari periode sama 2021 sejumlah Rp117,50 miliar. 


Defisiensi modal bersih Rp5,95 triliun, turun dari akhir 2021 sebesar Rp6,89 triliun. Total liabilitas Rp10,49 triliun, turun 30 persen dari episode sama 2021 senilai Rp15,15 triliun. Total aset Rp4,54 triliun, melorot 44 persen dari episode sama 2021 sejumlah Rp8,25 triliun. (*)