EmitenNews.com - Erajaya (ERAA) per 30 Juni 2026 mengemas laba bersih Rp784,02 miliar. Melesat 37,96 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp568,29 miliar. Menyusul hasil itu, laba per saham dassar ikut melonjak menjadi Rp50,09 dari sebelumnya Rp36.

Penjualan Rp42,89 triliun, melonjak 22,4 persen dari episode sama tahun lalu Rp35,04 triliun. Beban pokok penjualan Rp38,09 triliun, bengkak dari periode sama tahun sebelumnya Rp31,08 triliun. Laba kotor terkumpul Rp4,79 triliun surplus dari posisi sama tahun sebelumnya Rp3,96 triliun.

Beban penjualan dan distribbusi Rp2,28 triliun, bengkak dari Rp1,69 triliun. Beban umum dan administrasi Rp1,5 triliun, bertambah dari Rp1,37 triliun. Pendapatan lainnya Rp437,55 miliar, melejit dari Rp245,34 miliar. Beban lainnya Rp5,32 miliar, susut dari Rp20,17 miliar. Laba usaha Rp1,43 triliun, naik dari Rp1,12 triliun.

Penghasilan keuangan Rp19,67 miliar, terkoreksi dari Rp29,34 miliar. Bagian laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp83 juta, menguat dari minus Rp1,68 miliar. Beban keuangan Rp308,95 miliar, bengkak dari Rp285,86 miliar. Laba periode bberjalan Rp872,12 miliar, merangsek naik dari Rp605,82 miliar.

Jumlah ekuitas terakumulasi sebesar Rp10,94 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya Rp10,17 triliun. Total liabilitas Rp18,4 triliun, menciut dari akhir 2025 senilai Rp18,67 triliun. Jumlah aset tercatat Rp29,35 triliun, mengalami lompatan dari akhir tahun lalu Rp28,85 triliun. (*)