EmitenNews.com - Archi Indonesia (ARCI) medio 2026 mengemas laba bersih USD80,25 juta. Melonjak 132,81 persen dari episode sama tahun sebelumnya senilai USD34,47 juta. Laba per saham dasar ikut terkerek menjadi USD0,0032 dari posisi sama tahun lalu USD0,0014.

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan USD322,28 juta, mengalami peningkatan sekitar 67,47 persen dari periode sama tahun lalu USD192,43 juta. Beban pokok penjualan USD176,27 juta, bertambah dari edisi sama tahun sebelumnya USD114,69 juta. Laba kotor USD146 juta, melejit dari USD77,73 juta.

Beban penjualan USD308,97 ribu, bengkak dari USD209,07 ribu. Beban umum dan administrasi USD7,03 juta, naik dari USD5,11 juta. Pendapatan operasi lain USD8,28 juta, melesat dari USD2,68 juta. Beban operasi lain senilai USD985,07 ribu, susut dari USD1,15 juta. Laba usaha Usd145,96 juta, naik dari USD73,93 juta.

Penghasilan keuangan USD897,16 ribu, naik signifikan dari USD116,96 ribu. Beban keuangan USD19,22 juta, mengalami pembengkakan dari USD17,73 juta. Bagian atas laba entitas asosiasi USD1,76 juta, melesat dari USD412,71 ribu. Beban pajak penghasilan USD47,93 juta, bengkak dari USD21,92 juta.

Laba periode berjalan USD81,46 juta, naik dari USD34,8 juta. Total ekuitas USD413,64 juta, melonjak dari akhir tahun sebelumnya USD362,92 juta. Jumlah liabilitas USD660,97 juta, turun tipis dari akhir 2025 senilai USD663,83 juta. Total aset USD1,07 miliar, melonjak dari akhir tahun lalu uSD1,02 miliar.

Kemarin, saham ARCI menguat 5,09 persen setara 70 poin menjadi Rp1.445. Dalam tempo satu tahun terakhir, saham ARCI melambung 90,13 persen atau 685 poin dari 28 Agustus 2025 di level Rp760. ARCI diperkuat kapitaliasi pasar Rp36,46 triliun dengan price earning ratio 16,79 kali. (*)