Laba VKTR Ditopang Suku Cadang, Ekspansi & Sinergi Indomobil Gas Terus
:
0
Laba VKTR Ditopang Suku Cadang, Ekspansi & Sinergi Indomobil Gas Terus. Dok. VKTR
EmitenNews.com - Narasi besar mengenai masa depan kendaraan listrik (EV) yang diusung PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) seringkali menutupi satu fakta fundamental penting yaitu bisnis suku cadang otomotif lama masih menjadi penyelamat perusahaan. Berdasarkan isi laporan keuangan mengenai segmen operasi, terungkap bahwa VKTR saat ini sedang menjalani fase lari maraton yang membutuhkan napas panjang dari bisnis konvensionalnya.
Subsidi Silang Internal
Lini manufaktur yang dikelola melalui anak usahanya, Bakrie Autoparts, terbukti masih sangat sehat dengan menyumbang laba sebelum pajak sebesar Rp45,09 miliar sepanjang tahun 2025. Bisnis yang memproduksi suku cadang otomotif konvensional ini menjadi sapi perah yang menopang operasional perusahaan secara keseluruhan.
Sebaliknya, lini perdagangan yang menjadi ujung tombak bisnis bus dan truk listrik justru masih mencetak rugi operasional sebesar Rp20,76 miliar. Hal ini mengonfirmasi bahwa ekosistem EV di Indonesia masih berada dalam fase penetrasi yang membutuhkan biaya operasional besar, mulai dari edukasi pasar hingga pembangunan infrastruktur pendukung.
VKTR Kucurkan Rp100 Miliar Demi Pabrik EV Magelang
Meski lini EV masih merugi, VKTR mulai mengubah janji ekspansi menjadi wujud aset manufaktur fisik yang nyata. Postur keuangan perseroan menunjukkan pergerakan agresif pada alokasi belanja modal (capex). Sepanjang 2025, aset tetap VKTR melonjak signifikan dari Rp624,5 miliar menjadi Rp802,4 miliar.
Pemicu utama lonjakan ini adalah realisasi pembangunan fasilitas perakitan bus dan truk listrik di Magelang, Jawa Tengah. Temuan menarik dalam Catatan 13 mengungkapkan bahwa anak usaha perseroan, PT VKTR Sakti Industries (VSI), telah menyelesaikan pembelian lahan senilai Rp100 miliar.
Menariknya, dokumen laporan keuangan mereka mencatat bahwa lahan tersebut dibeli dari pihak berelasi, yakni Bapak Widodo, pemegang saham minoritas (40%) di VSI. Transaksi ini menunjukkan konsolidasi aset di internal mitra strategis guna mempercepat realisasi fasilitas produksi menuju kemandirian manufaktur dan menekan unit impor (CBU).
Manuver Strategis ke Indomobil (Salim)
Selain ekspansi fisik, VKTR juga agresif membangun aliansi rantai pasok. Merujuk pada laporan keuangan tahunan 2025, pada bagian Investasi Jangka Panjang Lainnya, tercatat bahwa pada Februari 2025 VKTR diam-diam telah menyuntikkan modal Rp3 miliar ke PT Indomobil Ventura Transportasi (IVT), setara dengan 30 persen kepemilikan saham.
Bagi perusahaan berskala triliunan, nilai Rp3 miliar tentu terlihat kecil. Namun, nilai strategis di balik entitas PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), raksasa otomotif di bawah kendali Grup Salim mengubah narasi besarnya.
Bukan Lari Cepat, Tapi Maraton
Bagi investor ritel, rangkaian manuver ini memberikan perspektif yang lebih luas tentang peta bisnis Grup Bakrie. Transisi menuju era elektrifikasi tidak terjadi dalam semalam. Keberadaan bisnis suku cadang konvensional yang menguntungkan memberikan VKTR kemewahan likuiditas untuk terus berekspansi secara fisik dan menjalin sinergi strategis tanpa harus tersandera beban operasional di fase awal penetrasi pasar EV.
Disclaimer: artikel ini merupakan analisis berbasis data publik sebagai bentuk edukasi, bukan rekomendasi investasi.
Related News
Tol Cimanggis Cibitung Kerek Laba BNBR 50 Persen, Bakal Bagi Dividen?
VKTR & Indomobil Jalin Sinergi Senyap, Bakrie-Salim Kuasai Sektor EV?
BNBR Kecipratan Cuan Bangkitnya BUMI Berkat Sinergi Salim-Bakrie
BUMI Dikendalikan Mach Energy Salim-Bakrie, Fokus Ekspansi Bergeser
BEI Delisting Saham, Realita Pahit Jadi Investor Nyangkut Part 2
BEI Delisting Saham, Realita Pahit Jadi Investor Nyangkut Part 1





