EmitenNews.com - Waskita Karya (WSKT) kembali menghadapi permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) senilai Rp27,01 miliar. Itu menyusul panggilan sidang dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus). Sidang PKPU itu akan digeber pada Selasa, 5 September 2023.
Gugatan PKPU tersebut mengenai pelunasan utang sebesar Rp24 miliar dari PT Asri Kemasindo atas pekerjaan subkontraktor pada proyek perseroan. Itu berdasar surat PN Jakpus Kelas 1A Khusus Nomor: W10.U1.4818.Ht.04.VIII.2023.IY perihal Panggilan Sidang Perkara PKPU No: 263/Pdt.SusPKPU/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst.
Selanjutnya, gugatan permohonan PKPU dari PT Wahyu Graha Persada dengan pelunasan utang senilai Rp930 juta, dan senilai Rp676 juta dari CV Ferry Pratama Tunggal atas pekerjaan subkontraktor pada proyek perseroan. Itu berdasar perkara Nomor: 264/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst.
Terakhir, gugatan permohonan PKPU permintaan pelunasan utang senilai Rp323 juta dari PT Mata Langit Nusantara, dan CV Anugerah Pertiwi Rp1,09 miliar atas pekerjaan subkontraktor proyek perseroan. Itu sesuai dengan perkara Nomor: 262/Pdt.Sus- PKPU/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst.
Merespons itu, perseroan berkomitmen untuk selalu berpedoman kepada prinsip Good Corporate Governance (GCG), mematuhi, dan mengikuti segala proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan berlaku dengan itikad baik. Saat ini, perseroan sedang dalam proses menyelesaikan review Master Restructuring Agreement(MRA).
”Dapat kami sampaikan dengan adanya pengajuan permohonan PKPU itu, tidak berdampak signifikan terhadap operasional, dan kondisi keuangan perseroan,” tegas Ermy Puspa Yunita, Pj SVP Corporate Secretary Waskita Karya. (*)
Related News
Lewati Target 2025, Laba Bersih IMPC Naik 15 Persen ke Rp620 Miliar
RUPST Bank Mega (MEGA) Setujui Dividen Rp2T dan Saham Bonus Rp5,87T
INET Reorganisasi Kerja Sama dengan Group WIFI dari IJE ke JIA
BREN Akhiri Buyback Satu Bulan Lebih Cepat, Ini Alasannya
Emiten Haji Isam (TEBE) Bagi Dividen Jumbo, Yield Capai 12,33 Persen!
Penjualan Turun, Laba Gudang Garam (GGRM) Menggunung Rp1,55T di 2025





