EmitenNews.com - Sugianto Kusuma memborong 12.500.000 saham Primadaya Plastisindo (PDPP). Pendiri Agung Sedayu Group itu, menyerok saham perseroan pada harga pelaksanaan Rp214 per helai. Dengan transaksi itu, Aguan dipaksa mengeluarkan dana Rp2,67 miliar.


Transaksi tersebut telah dipatenkan pada 23 November 2022. ”Transaksi untuk kepentingan investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung,” tulis Kennie Angesty, Direktur Utama Primadaya Plastisindo. 


Dengan transaksi itu, timbunan saham milik Aguan perlahan mulai menggunung. Menjadi 125 juta lembar atau setara dengan porsi 5 persen. Menanjak 0,5 persen dari sebelum transaksi dengan tabungan 112,5 juta helai atau selevel dengan 4,5 persen. 


Primadaya melakukan initial public offering (IPO) pada 3-7 November 2022 dengan harga Rp200 per saham. Melepas 500 juta saham atau 20 persen dari modal disetor dengan nominal Rp100 setiap saham, perseroan meraup dana Rp100 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Semesta Indovest Sekuritas.


Pemegang saham Primadaya sebelum IPO Tirto Angesty 50 persen, Lim Kim Guan 20 persen, Tsai Meng Chun 20 persen, dan Chan Yu Lin 10 persen. Tirto Angesty juga menjabat komisaris utama Primadaya. (*)