Lawan Rentenir dan Pinjol Pemerintah Tawarkan Pinjaman Bunga 6 Persen
:
0
Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Dok. Kemenkop/Instagram.
EmitenNews.com - Pemerintah berupaya menghindarkan masyarakat dari jeratan rentenir, dan pinjaman daring, atau pinjol. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan akses pinjaman dengan bunga rendah sebesar 6 persen per tahun yang ditawarkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih salah satu upaya agar masyarakat terhindar dari pinjaman yang menjer
“Koperasi Desa, salah satu kegiatannya adalah melakukan pembiayaan ultra mikro dengan tingkat bunga rendah, itu adalah untuk menjadikan alternatif bagi masyarakat supaya masyarakat tidak terjebak kepada praktik rentenir, pinjaman online, dan lain sebagainya,” kata Menkop Ferry kepada pers, di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Seperti diketahui, melalui saluran YouTube resmi pada Minggu (22/3/2026), Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan mempersiapkan akses kredit murah dengan bunga 6 persen per tahun melalui Kopdes/Kel Merah Putih.
Pemerintah akan memutus ketergantungan petani pada jeratan rentenir yang mematok bunga tinggi hingga 1 persen per hari, yang dinilai merupakan bentuk ketimpangan ekonomi yang harus segera dihentikan.
Skema pembiayaan tersebut nantinya akan disalurkan melalui unit lembaga keuangan ultra mikro yang merupakan bagian dari Kopdes/Kel Merah Putih. Kemenkop bakal melihat kebutuhan pembiayaan ultra mikro di setiap desa.
Jadi, pada setiap koperasi desa itu ada lembaga keuangan mikro. Pemerintah akan melihat seberapa banyak dana yang dibutuhkan pembiayaan keuangan mikro dari sebuah desa.
Selain akses kredit dengan bunga rendah, Menkop mengatakan Kopdes/Kel Merah Putih diharapkan mampu menjadi penyerap hasil produksi (offtaker) masyarakat, dan memberikan harga murah untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari.
Menkop mengemukakan, indikator keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah, pertama bisa menjual barang dengan harga lebih murah. Kedua, membantu pembiayaan dari kegiatan lembaga keuangan mikro di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dengan tingkat suku bunga rendah dibandingkan suku bunga yang berlaku. ketiga, bisa menyerap hasil produk masyarakat desa. ***
Related News
Pupuk Indonesia Masuk Pasar Australia, Total Ekspor Rp7 Triliun
Semula Account Officer, Kini Kindaris jadi Bos Baru PNM
Dolar AS Menguat, Kemendag Pangkas HPE dan HR Emas
Indeks Kospi Sudah Dekati 8.000, Ada Potensi Tembus 10.000
Saham-saham Teknologi Dorong S&P 500 dan Nasdaq ke Rekor Baru
Kabar Baik, Presiden Turunkan Bunga Kredit Orang Miskin jadi 8 Persen





