EmitenNews.com - Medco Energi Internasional (MEDC) medio 2026 mengemas laba bersih USD275,31 juta. Meroket 796,77 persen dari episode sama tahun lalu senilai USD30,7 juta. Itu seiring peningkatan produksi minyak dan gas, perbaikan harga minyak dunia, dan kontribusi Amman Mineral (AMMN) setelah operasi smelter berjalan secara penuh.

Pendapatan USD1,41 miliar, melejit 23,68 persen dari edisi sama tahun lalu USD1,14 miliar. Itu meliputi pendapatan dari kontrak dengan pelanggan USD1,38 miliar, naik dari USD1,12 miliar. Pendapatan keuangan USD29,27 juta, melesat dari edisi sama tahun sebelumnya USD23,91 juta.

Sementara EBITDA tercatat USD805 juta, dan laba kotor USD588 juta. Biaya kas produksi minyak dan gas terjaga di level USD8,4 per barel setara minyak, di bawah panduan tahun ini. Posisi utang konsolidasi pada akhir Juni tercatat ASD4,128 miliar dengan kas dan setara kas USD1,4 miliar.

Di sisi lain, rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk Restricted Group terjaga pada 1,4 kali atau di bawah panduan yaitu 2,5x pada harga mid-cycle USD65 per barel. Peringkat kredit idAA- dari Pefindo, dan peringkat internasional dari Fitch, S&P, dan Moody's tetap dipertahankan.

Sepanjang periode itu, MEDC berhasil mencatat kinerja solid dengan produksi minyak dan gas mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), sesuai panduan 2026. Di mana, gas menyumbang sekitar 72 persen dari total produksi. Capaian itu, ditopang kinerja blok-blok migas.

Yaitu volume produksi Blok Corridor seiring tambahan hak partisipasi, kinerja produksi Lapangan Forel, dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengeboran pengembangan lapangan Bualuang di Thailand, selesainya proyek Bisat C di Blok 60 Oman, serta kontribusi produksi penuh dari proyek Senoro Fase 2A.

Ronald Gunawan, CEO MedcoEnergi, menyebut hasil semester pertama mencerminkan keandalan dalam eksekusi proyek, dan manajemen operasi produksi. “Fokus kami memastikan aset-aset utama beroperasi optimal, dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal. Senoro Fase 2A telah beroperasi penuh pada Juni, dan Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027. Ini fondasi pertumbuhan kami ke depan,” ujar Ronald.

Pada semester ini, MEDC juga menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia. Di mana, MEDC ditunjuk sebagai operator yang menandai operasi produksi pertama Perseroan di Malaysia. Segmen ketenagalistrikan mencatat penjualan listrik 2.323 GWh, lebih tinggi dari periode sama tahun lalu.

Itu ditopang keandalan operasi Dalle Energy Batam (DEB), ekspansi Energi Listrik Batam (ELB), dan beroperasinya PLTS Bali Timur. Energi terbarukan menyumbang 25 persen dari total penjualan listrik, sejalan strategi transisi energi perseroan. Sementara investasi pertambangan tembaga, dan emas pada Amman Mineral berkontribusi positif seiring pengoperasian smelter dengan kapasitas penuh.

MedcoEnergi mempertahankan panduan kinerja 2026 dengan target produksi minyak dan gas 165-170 mboepd, dan penjualan ketenagalistrikan 4.550 GWh dan mempertahankan biaya kas produksi minyak dan gas di bawah USD10 per barel setara minyak.