Lego 188 Juta Saham FILM, Morgan Stanley Keruk Rp226,5 Miliar
:
0
Gedung MD Entertainment tampak dari kejauhan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Morgan Stanley & Co International Plc memangkas porsi saham MD Entertainment (FILM). Itu ditunjukkan dengan melego 188,75 juta saham produsen film KKN Desa Penari tersebut. Transaksi penjualan telah dilakukan pada Rabu, 15 Januari 2025.
Transaksi divestasi itu, dibantu penuh oleh Bank HSBC Indonesia. Di mana, penjualan terjadi dengan harga Rp1.200,0135 per saham. Dengan skema harga jual tersebut, Morgan Stanley hanya mengemas dana taktis sekitar Rp226,5 miliar.
Harga jual tersebut jauh lebih rendah dari harga pasaran saham MD Entertainment pada 15 Januari 2025 di kisaran Rp3.860. Artinya, Morgan Stanley melepas saham MD Entertainment dengan harga diskon 68,91 persen alias 2.660 poin.
Seandainya, Morgan Stanley menjual saham MD Entertainment sesuai harga pasar di level Rp3.860 per helai, perusahaan bakal mengeruk dana segar tidak kurang dari Rp728,58 miliar. So, Morgan Stanley membuang potensi keuntungan senilai Rp502,08 miliar.
Dengan pelaksanaan transaksi itu, timbunan saham perusahaan berbasis di 25 Cabot Square London E14 4QAUnited Kingdom, pelan-pelan berkurang. Tepatnya, menadi 1,13 miliar eksemplar alias setara 11,51 persen.
Mengalami penciutan sekitar 1,91 persen dari episode sebelum transaksi dengan koleksi 1,32 miliar eksemplar. Timbunan sebelum transaksi tersebut setara dengan porsi kepemilikan 13,42 persen.
Sebelumnya, pada 24 Desember 2024, Morgan Stanley telah melepas 62.916.700 lembar dengan harga Rp1.196 per helai. Menyusul skema harga itu, Morgan Stanley meraup dana taktis Rp75,24 miliar. ”Transaksi untuk investasi dengan kepemilikan saham secara langsung,” tegas Fadel Ramadhia, Corporate Secretary MD Entertainment. (*)
Related News
Laba Bersih Riil Indofood Diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk Turun
Emiten Unggas (AYAM) Transaksi Aset, Nilai Capai Rp70 Miliar
Masuknya Djarum & Tren 5G Menyengat Reli Saham BACH, Ini Kata Pengamat
Emiten Harry Tanoe (BHIT) Melesu, Laba Bersih Anjlok 52 Persen
Ditopang Produksi Panas Bumi, Pertumbuhan PGE (PGEO) Meningkat
ASLC Bidik Penjualan di Caroline Tembus Rp1T, Digitalisasi Jadi Kunci





