Lewat Stock Idea Series, Sucor Sekuritas Sebut Peluang Penguatan IHSG
:
0
Mainhall BEI.
EmitenNews.com - IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan berhasil melanjutkan reli pada perdagangan Senin (15/6), melanjutkan tren penguatan usai ditutup menguat pada Jumat lalu (12/6).
Pada sesi I perdagangan, indeks melesat 5,03 persen atau 302,077 poin ke level 6.309,733. IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 6.313,795 setelah dibuka di 6.118,725.
Sebanyak 660 saham menguat, 86 melemah, dan 70 stagnan. Nilai transaksi tembus Rp17,200 triliun dengan volume 33,256 miliar saham dan frekuensi 1.928.752 kali. Market cap BEI melonjak ke posisi Rp11.043,891 triliun meninggalkan posisi Rp10.000 triliun.
Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas, Reyhan Pratama mengatakan secara teknikal IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan menuju area 6.700 dalam beberapa bulan ke depan. Namun, setelah reli yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, pasar juga perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek sebagai bagian dari proses konsolidasi yang sehat.
Menurut Reyhan, penguatan IHSG di tengah berbagai ketidakpastian global hingga domestik menunjukkan pasar saham Indonesia yang dinilai memiliki ketahanan yang cukup baik. Sehingga hal tersebut disebut sebagai sebuah sinyal positif yang dapat ditangkap pelaku pasar.
“Area 6.000 saat ini menjadi resistance psikologis yang penting untuk diperhatikan investor. Sementara itu, area support kuat IHSG berada di sekitar level 5.512. Selama support tersebut masih terjaga, peluang penguatan lanjutan masih cukup terbuka,” ujar Reyhan dalam acara Stock Idea Series bertajuk “Kapan Krisis Berakhir? Membaca Sinyal Pasar Saat Semua Orang Takut”, Sabtu (13/6).
Reyhan menambahkan bahwa sektor komoditas masih menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dicermati di tengah dinamika global saat ini. Sebaliknya, sektor perbankan dinilai perlu lebih selektif mengingat sebagian saham perbankan besar telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Sementara itu, Financial Educator Manager Sucor Sekuritas, Hendry Wijaya menilai tekanan yang terjadi di pasar saham Indonesia saat ini lebih mencerminkan krisis kepercayaan dibandingkan krisis fundamental. Menurutnya, pelemahan pasar dalam beberapa bulan terakhir dipengaruhi oleh berbagai kekhawatiran investor, mulai dari penurunan outlook rating Indonesia, potensi perubahan status Indonesia dalam indeks global, hingga ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.
Meski demikian, Hendry melihat sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan. Bank Indonesia telah mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas rupiah melalui kenaikan suku bunga, sementara pemerintah terus menunjukkan komitmen menjaga disiplin fiskal. Di sisi lain, valuasi pasar saham Indonesia saat ini dinilai telah mencerminkan sebagian besar risiko yang selama ini menjadi perhatian investor.
Ia menambahkan bahwa terdapat sejumlah indikator yang perlu diperhatikan investor dalam beberapa waktu ke depan, antara lain stabilitas nilai tukar rupiah, pergerakan yield Surat Berharga Negara (SBN), arus dana asing, serta kemampuan IHSG bertahan dari berbagai sentimen negatif tanpa mencetak level terendah baru. Secara historis, kombinasi indikator tersebut sering kali menjadi pertanda awal dimulainya fase pemulihan pasar yang lebih berkelanjutan.
Related News
IHSG Sesi I Terbang 5,03 Persen Tembus 6.300, Semua Sektor Menghijau
Breaking: IHSG Makin Meroket 4,59 Persen, Gara-Gara Apa?
Awali Pekan Semringah, IHSG Dibuka Ngebut 1,85 Persen
Dana Asing Mulai Cicil Masuk, IPOT Jagokan TPIA, MNCN, dan MAPI
AS-Iran Damai, IHSG Lanjutkan Tren Positif
Konflik AS-Iran Mereda, Analis Sebut Data Ini Juga Perlu Diwaspadai





