EmitenNews.com - PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) membidik pertumbuhan bisnis yang positif tahun ini. Manajemen menyebut, pihaknya berharap penjualan maupun laba bersih di 2022 dapat tumbuh lebih dari 10% dibandingkan tahun sebelumnya. 

 

Direktur Utama PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) Bobby K Gandasaputra mengungkapkan, mayoritas penjualan masih dalam produk keju blok yaitu sekitar 85,1 persen. Sisanya, dari keju lembaran 13,6 persen dan kategori lainnya 1,3 persen.

 

Penjualan bersih pada 2021 sekaligus menjadi titik balik pasca penurunan penjualan yang sempat dirasakan perseroan pada tahun pertama pandemi atau 2020.

 

"Peningkatan penjualan berhasil mendorong peningkatan laba bersih pada tahun lalu sebesar 19,5 persen menjadi Rp 144 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 121 miliar,” ujar Bobby dalam Paparan Publik Kinerja Tahun 2021, Selasa (29/3/2022).

 

Adapun penjualan ekspor perseroan tahun lalu mengalami peningkatan hingga 113 persen menjadi Rp 66,9 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan ekspor menyumbang 6,4 persen dari total penjualan produk perseroan.

 

“Tahun lalu, perseroan juga meluncurkan inovasi terbaru yakni Prochiz Gold Slice 2S dan Prochiz Gold Cheddar 60 gram. Tak berhenti dalam pengembangan ide-ide baru, tahun ini perseroan pun telah merumuskan sejumlah rencana guna menjaga kinerja," beber Bobby.

 

Untuk memaksimalkan laju bisnis di tahun ini, Bobby K Gandasaputra mengemukakan bahwa perusahaan menyiapkan sejumlah strategi bisnis dengan beberapa pilar utama, antaranya fokus penetrasi pasar lebih dalam, perluasan pasar ekspor, serta merilis berbagai produk baru. 

 

"Strategi ini akan menghasilkan pertumbuhan dobel digit di atas 10%," ungkap Bobby.

 

Dia menyatakan, rencananya, di tahun 2022 ini Mulia Boga Raya akan merilis empat produk baru. Di mana, target kontribusinya dapat mencapai lebih dari 3% terhadap target total penjualan tahun ini.