IDXINDUST

 2.53%

IDXINFRA

 0.85%

IDXCYCLIC

 -0.40%

MNC36

 0.98%

IDXSMC-LIQ

 1.15%

IDXHEALTH

 0.22%

IDXTRANS

 1.63%

IDXENERGY

 2.35%

IDXMESBUMN

 1.66%

IDXQ30

 0.87%

IDXFINANCE

 0.09%

I-GRADE

 -0.08%

INFOBANK15

 -0.07%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 -4.70%

IDXV30

 2.54%

ESGQKEHATI

 0.74%

IDXNONCYC

 0.46%

Investor33

 0.86%

IDXSMC-COM

 0.83%

ABX

 -3.21%

IDXBASIC

 1.37%

IDXESGL

 -2.17%

DBX

 -0.02%

IDX30

 -0.26%

IDXG30

 0.46%

ESGSKEHATI

 0.72%

IDXSHAGROW

 1.65%

KOMPAS100

 -0.04%

PEFINDO25

 1.26%

BISNIS-27

 0.83%

ISSI

 1.23%

MBX

 -0.01%

IDXPROPERT

 1.82%

LQ45

 -0.33%

IDXBUMN20

 0.15%

IDXHIDIV20

 1.03%

JII

 1.62%

IDX80

 -0.04%

JII70

 1.28%

SRI-KEHATI

 0.89%

IDXLQ45LCL

 0.24%

SMinfra18

 0.30%

KB Bukopin
Sawit Sumbermas Sarana

Manfaatkan Kenaikan Harga, Bukit Asam (PTBA) Kirim Ratusan Ton Batu Bara ke Italia

20/09/2022, 14:20 WIB

Manfaatkan Kenaikan Harga, Bukit Asam (PTBA) Kirim Ratusan Ton Batu Bara ke Italia

EmitenNews.com - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menjajaki pasar Eropa untuk ekspor batu bara yang diawali dengan mengekspor ratusan ton komoditas itu ke Italia.


Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA Farida Thamrin mengatakan pihaknya berupaya untuk membuka peluang ekspor ke negara-negara di Eropa untuk sekaligus memanfaatkan momen kenaikan harga batu bara di pasar global.

 

"Bukit Asam terus meningkatkan porsi ekspor tentunya tidak mengabaikan kebutuhan dalam negeri," kata dia dalam keterangan pers , Selasa (20/9).

 

Menurut Farida, pasar ekspor utama perusahaan dengan kode emiten PTBA itu saat ini masih didominasi India, bahkan terjadi peningkatan hingga dua juta ton secara tahunan (year on year/yoy) di negara tersebut.

 

India menjadi tujuan ekspor terbesar PTBA dengan porsi mencapai 18 persen dari total penjualan. Kemudian, negara tujuan lainnya diikuti Korea Selatan (4 persen), Thailand (3 persen), China (2 persen), dan Kamboja (2 persen).

 

Secara keseluruhan, Farida memaparkan, porsi penjualan ekspor batu bara meningkat dari 33 persen pada kuartal I-2022 menjadi 38 persen pada kuartal II-2022.

 

Peningkatan pada kuartal kedua itu menyebabkan porsi ekspor pada semester I-2022 tercatat sebesar 35 persen dari seluruh penjualan.

 

Average Selling Price (ASP) atau harga jual rata-rata pada kuartal II-2022 tercatat sebesar Rp1,3 juta per ton, naik 14 persen dibanding kuartal I-2022 karena peningkatan porsi penjualan ekspor.

 

Sementara untuk pasar dalam negeri, kata dia, perseroan tetap memenuhi suplai batu bara untuk kebutuhan domestik sebesar 65 persen.

 


Author: K M