EmitenNews.com - Emiten unggas, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengemas laba bersih sebesar Rp3,70 triliun, meroket 94,74% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp1,90 triliun. Sejalan dengan itu, CPIN juga makin royal bagi dividen tunai, di mana totalnya naik menjadi Rp2,95 triliun dibanding tahun lalu sebesar Rp1,77 triliun.

Pada semester I 2026, CPIN berhasil meraup pendapatan Rp39,41 triliun, meningkat 19,21% dari tahun lalu sebesar Rp33,06 triliun. Meski beban pokok penjualan meningkat jadi Rp32,46 triliun dari Rp28,33 triliun, laba bruto CPIN masih mencatatkan peningkatan secara tahunan.

Catatan positif tersebut pun turut mengerek laba per saham dasar menjadi Rp226 per saham, dari sebelumnya hanya Rp116 per saham.

Kinerja itu juga tampak dari cashflow CPIN, di mana kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp1,72 triliun. Selain itu, kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi naik dari Rp782,6 miliar menjadi Rp1,01 triliun.

Sementara kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat turun, dari semula Rp2,79 triliun menjadi Rp298,4 miliar.

Sedangkan menilik dari neraca, CPIN membukukan total aset melonjak 14,24% menjadi Rp52,38 triliun dari sebelumnya Rp45,85 triliun per 31 Desember 2025.

Liabilitas tercatat naik 49,23% jadi Rp17,46 triliun dari Rp11,70 triliun, dan ekuitas tercatat meningkat 2,23% menjadi Rp34,91 triliun dari Rp34,15 triliun.

Pada perdagangan intraday Senin (3/8), saham CPIN terpantau melemah 2,43% atau turun 80 poin ke level Rp3.210.