BAJA Kebut Right Issue Rp450 Miliar, Sejumlah Investor Absen
:
0
Suasana kerja di pabrik perseroan. Foto - Dok BAJA
EmitenNews.com - Saranacentral (BAJA) meracik right issue Rp450 miliar. Itu dengan melepas 900 juta saham baru pada harga pelaksanaan Rp500. Pengeluaran saham anyar tersebut dibalut dengan nilai nominal Rp100 per eksemplar. Right issue dipatenkan dengan rasio 2:1.
Artinya, setiap pemegang dua saham lawas dengan nama tercatat dalam daftar pemegang saham BAJA pada 29 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh satu HMETD. Penerbitan HMETD tersebut tidak disertai dengan penerbitan waran.
Dana hasil right issue setelah dikurangi seluruh biaya-biaya sebesar Rp445,34 miliar untuk pembayaran seluruh utang pokok, dan bunga kepada Sarana Steel (PT SS). Lalu, sisa Rp2,58 miliar akan digunakan untuk modal kerja berupa pembelian bahan baku.
Ibnu Susanto, pemilik 320.269.200 saham alias 17,79 persen dengan hak 160.134.600 HMETD akan mengeksekusi senilai Rp80,06 miliar. Sedangkan Soediarto Soerjoprahono, pemilik 146.000.000 saham atau 8,11 persen berhak 73 juta HMETD, Handaja Susanto, pemilik 296.096.000 saham setara 16,45 persen dengan hak 148.048.000 HMETD.
Lalu, Entario Widjaja Susanto pemilik 296.016.000 saham alias 16,45 persen dengan hak 148.008.000 HMETD, Laksmono Tirta Kusumo pemilik 43.792.000 2,43 persen dengan hak 21.896.000 HMETD, dan Anton Sebastian pemilik 25.760.000 lembar setara 1,43 persen dan berhak 12.880.000 HMETD tidak akan ambil bagian dan tidak akan mengalihkan kepada pihak lain.
So, jadwal right issue BAJA menjadi sebagai berikut. Cum right pasar reguler dan pasar negosiasi pada 25 September 2026. Ex right pasar reguler dan pasar negosiasi pada 28 September 2026. Cum right pasar tunai pada 29 September 2026. Ex right pasar tunai pada 30 September 2026. Distribusikan right pada 30 September 2026.
Pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia pada 1 Oktober 2026. Perdagangan sekaligus pelaksanaan HMETD akan berlangsung pada 1 Oktober hingga 7 Oktober 2026. Selanjutnya, periode penyerahan efek berlangsung pada 5 Oktober hingga 9 Oktober 2026. Batas akhir pembayaran pesanan efek tambahan ditetapkan pada 9 Oktober 2026. (*)
Related News
UVCR Gelar Private Placement 200 Juta Saham, Pengendali Serap Penuh
Sulap Pasar Minggu Triliunan Rupiah, Saham BIKE Melonjak Signifikan
GMFI Resmikan Fasilitas di Pondok Cabe, Revenue H126 Naik 51 Persen
Siapkan PMTHMETD, Ultra Voucher (UVCR) Kuatkan Modal Kembangkan Bisnis
Haji Isam Masuk, Low Tuck Kwong Rintis BYAN dari Bisnis Kontraktor
Sugeng dan Rudy Perkuat Mitrabahtera (MBSS), Ini Posisinya Usai RUPSLB





