Manuver Morgan Stanley Sebelum MSCI Tebar Ancaman
:
0
Tampak karyawan GOTO beraktivitas seperti biasa. Foto - Dok GOTO
EmitenNews.com - Morgan Stanley and Co International melakukan manuver sebelum pasar rontok. Tindakan itu berupa pelepasan 1,74 miliar saham Goto Group (GOTO). Aksi jual tersebut terekam dilakukan Morgan Stanley pada Senin, 12 Oktober 2026.
Aksi penjualan terjadi dengan harga pelaksanaan Rp29 per helai. Menilik skema harga itu, Morgan Stanley meraup dana taktis senilai Rp50,72 miliar. Saat bersamaan, Morgan Stanley kemudian menyerok saham GOTO sebanyak 151,77 juta eksemplar.
Aksi pembelian saham sebanyak itu dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp27 per helai. Dengan penuntasan transaksi itu, Morgan Stanley cukup merogoh dana sekitar Rp4,09 miliar. Menyusul penuntasan transaksi itu, timbunan saham GOTO dalam genggaman Morgan Stanley menciut.
Tepatnya, menjadi tersisa 68,67 miliar eksemplar atau setara 5,9642 persen. Susut 0,1388 persen dari periode sebelum transaksi dengan koleksi 70,26 miliar lembar. Donasi saham GOTO dalam kantong invetasi Morgan Stanley sebelum transaksi setara 6,103 persen.
Aksi Morgan Stanley itu, hanya berjarak 4 hari sebelum Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjatuhkan bom berupa opsi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Efek kejut rencana itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa masuk unit gawat darurat.
IHSG melakoni trading halt setelah terjungkal 8 persen, dan kemudian menyudahi perdagangan dengan ambruk 11,57 persen menjadi 5.185. Ironisnya, tindakan MSCI hanya sepekan dari pertemuan pejabat pemerintah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Danantara dengan pimpinan MSCI di Bangkok, Tailan. (*)
Related News
Nasib DSSA, BREN, dan CUAN Setelah Kena Sanksi Rp2,1 Triliun
Ledakan Data Center, DMAS Naikkan Target Prapenjualan 42 Persen
BREN dan CUAN Ungkap Ini Usai Kena Sanksi
Ubah Strategi Bisnis, ERA Real Estate (IPAC) Putuskan Go Private
Program Mesop, Direktur Ini Tambah Saham Erajaya Swasembada (ERAA)
Investasi Langsung, Direktur BRMS Ini Tambah 100 Ribu Lembar Saham





