Market Fluktuatif, IHSG Kembali Tertekan
:
0
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan. Sepanjang perdagangan Selasa, 3 Desember 2024, gerak IHSG akan dipengaruhi sentimen global, dan domestik kurang mendukung. Ketidakpastian pasar global, seperti ancaman kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Kondisi itu, memicu aliran dana keluar dari pasar negara berkembang alias emerging market macam Indonesia. Nah, dari dalam negeri, kekhawatiran mengenai kenaikan PPN menjadi 12 persen dapat menekan daya beli masyarakat turut membebani sentimen pasar.
Selain itu, pelemahan harga komoditas energi dan logam seperti minyak dan nikel menambah tekanan pada sektor tambang dan energi. Investor disarankan berhati-hati menghadapi volatilitas pasar terus meningkat. Sebagai langkah strategis, fokus pada saham defensif sektor konsumsi, dan utilitas dapat menjadi opsi aman.
Selain itu, momentum pelemahan harga saham juga dapat dimanfaatkan untuk akumulasi saham dengan fundamental baik, dan tetap memantau perkembangan sentimen global, dan kebijakan domestik. Menilik data itu, Stoccknow.id menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut.
Yaitu, Pertamina Gas Negara (PGAS) Rp1.570 per saham dengan take profit Rp1.630-1.670 per lembar, dan stop loss Rp1.520. Saratoga (SRTG) Rp2.390 per helai dengan take profit Rp2.490-2.530, dan stop loss Rp2.300 per lembar.
Panin Financial (PNLF) Rp446 per eksemplar dengan take profit di kisaran Rp464-476 per lembar, dan stop loss di posisi Rp434 per helai. (*)
Related News
FTSE Benamkan DSSA hingga DAAZ, Analis: Dampaknya Tak Sedahsyat MSCI
Kanada Naikkan Pajak Konten Streaming Tiga Kali Lipat, AS Berang
Dow Jones Cetak Rekor Lagi Karena Potensi Gencatan Senjata di Timteng
FTSE Russel Rilis Syarat Saham Bisa Masuk dan Keluar Indeks, Gimana?
Review Indeks FTSE Russel, DSSA dan Saham Ini Resmi Dikeluarkan
IHSG Menguat ke 6.162, Tiga Saham Prajogo Hijau, DSSA Ambruk Lagi





