Masih Dihantui Tekanan Inflasi, Indeks Saham Asia Ditutup Melemah
:
0
EmitenNews.com - Indeks saham di Asia sore ini Jumat (25/3) ditutup variatif (mixed) dengan kecenderungan turun setelah rilis data ekonomi AS terkini, terutama data pasar tenaga kerja, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) akan lebih agresif dalam mengambil langkah untuk menekan lonjakan inflasi.
Senada dengan indeks saham Asia, IHSG pada perdagangan hari ini ditutup melemah -47.153 poin atau -0.67% ke level 7,002.532.
Jumlah orang yang untuk pertama kali mencairkan tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims) minggu lalu turun menjadi 187,000, terendah sejak September 1969 dan di bawah ekspektasi yang sebesar 212,000.
Meskipun data tentang permintaan barang-barang tahan lama (Durable Goods Orders) untuk bulan Februari secara tak terduga mencatatkan penurunan untuk pertama kali dalam 3 bulan terakhir, perhitungan awal (Flash) data ekonomi yang digunakan sebagai indikator untuk mengukur aktifitas usaha sektor swasta (Composite Purchasing Managers’ Index) untuk bulan Maret naik ke level tertinggi dalam 8 bulan terakhir.
Analis Phillip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha memperkirakan Serangkaian rilis data ekonomi AS terkini serta komentar baru-baru ini dari sejumlah petinggi Federal Reserve telah memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan lebih dari 25 bps pada pertemuan kebijakan mereka di bulan Mei yang akan datang.
Investor juga terus memantau perkembangan dari konflik antara Rusia dan Ukrania. Para pemimpin negara-negara barat berkumpul di Brussels dan sepakat untuk memperkuat pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Eropa Timur, menambah bantuan militer untuk Ukraina dan memperketat sanksi atas Rusia.
Statistik
IHSG: 7,002.532 | -47.153 poin |(-0.67%)
Volume (Shares) : 23.296 Billion
Total Value (IDR) : 13.671 Trillion
Market Cap (IDR) : 8,843.717 Trillion
Foreign Net Buy (RG): IDR 820.60 Billion
Saham naik : 168
Saham turun : 330
Sektor Penekanan Terbesar
Infrastruktur : -1.64%
Teknologi : -1.17%
Konsumen Non Siklikal : -1.06%
Top Gainers:
ITMG : 28,525| +725 | +2.61%
UNIC : 12,375| +600 | +5.10%
BRAM : 12,200| +400 | +3.39%
HRUM : 11,800| +400 | +3.51%
BYAN : 41,975| +350 | +0.84%
Top Losers:
SUPR : 52,300| -3925| -6.98%
LPGI : 9,800 | -600 | -5.77%
FISH : 6,775 | -475 | -6.55%
ARTO : 14,350| -475 | -3.20%
NFCX : 5,175 | -375 | -6.76%.(fj)
Related News
KAKI dan IICD Dorong Transparansi dan Integritas Pasar Modal
IHSG Berbalik Menguat 0,08 Persen, DSSA dan BBCA Topang Transaksi
Istirahat Siang, IHSG Makin Volatil Dekati Dasar 6.100
MSCI Beri Catatan Baru, Saham Big Caps Berpotensi Hadapi Tekanan Asing
IHSG Naik Tipis 0,3 Persen ke 6.190 Usai Reviu MSCI & Tekanan BI Rate
Indonesia Ajeg di Emerging Market, Saham Ini Berpotensi Melesat





