EmitenNews.com - PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) masih mengemas rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,59 miliar per 30 September 2026.

Meski begitu, jumlahnya menyusut dibandingkan rugi di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,56 miliar.

Data laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, TRUK membukukan pendapatan sebsar Rp31,74 miliar, tumbuh 3,63 persen yoy dari RP30,63 miliar pada kuartal III 2025.

Di saat yang sama, perseroan mampu menekan beban langsung sebesar 1,51 persen menjadi Rp25,92 miliar, sehingga laba bruto terangkat 34,97 persen menjadi Rp5,83 miliar.

Dari sisi neraca, posisi keuangan TRUK masih dibayangi penambahan akumulasi defisit saldo laba belum ditentukan penggunaannya yang membengkak menjadi Rp23,88 miliar per 30 September 2026.

Kondisi tersebut mengikis total ekuitas perseroan sebesar 8,87 persen YTD menjadi Rp37,01 miliar dari Rp40,61 miliar. Sementara itu, total aset tercatat terkoreksi 7,52 persen YTD menjadi Rp 51,99 miliar, dengan saldo kas dan bank tersisa sebesar Rp 1,11 miliar.

Saat laporan keuangan ini dirilis, saham TRUK masih terkena suspensi oleh BEI. Pasalnya, sebulan terakhir, saham TRUK mengalami lonjakan hingga 133,53 persen atau +3.445 poin ke level 6.025.