Secara fundamental, Telkom Indonesia tetap memiliki kekuatan aset yang dominan, namun kini membawa profil risiko yang jauh lebih kompleks akibat reorganisasi Danantara dan tantangan kepatuhan hukum internasional. Investor perlu mewaspadai asimetri perlindungan hukum, di mana putusan pengadilan asing dari bursa Amerika Serikat tidak diakui secara otomatis oleh sistem peradilan di Indonesia, sehingga mengharuskan adanya tindakan hukum baru jika terjadi sengketa hukum di masa depan. Walaupun menawarkan imbal hasil dividen yang menggiurkan, keputusan untuk berinvestasi harus didasarkan pada analisis terhadap keberhasilan integrasi Danantara dan penyelesaian investigasi SEC guna menghindari jebakan kejayaan masa lalu.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya milik Anda, riset ini adalah instrumen edukasi, bukan instruksi transaksi.