EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini tengah mencermati pola transaksi saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP). Saham BCAP tersebut di pantau lantaran terjadi peningkatan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Saham emiten milik Hary Tanoesoedibjo itu sudah mengalami lonjakan harga 281,48 persen dalam kurun waktu cukup singkat. Yaitu sejak 21 Januari 2022 masih di harga Rp54 per saham dan pada penutupan kemarin, Senin 7 Februari 2022 sudah di harga Rp206.
Untuk hari ini saham BCAP terpantau sempat mengalami penguatan ke level 220, sebelum akhirnya terkoreksi ke level 192 per saham atau terkoreksi hingga ARB dengan penurunan 6,31 persen ke level 193 hingga pukul 09:30 WIB.
Patut dicermati kembali bahwa Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang - undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 7 Februari 2022 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham BCAP, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa."tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M. Panjaitan, dalam surat keterbukaan Informasi BEI, Selasa (8/2).
Selain itu, Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Related News
Lepas Suspensi Sehari, Dua Saham Ini Kembali Melenggang
Cum Dividen Interim INPP Hari Ini (20/8), Cek Lagi Jadwalnya!
Penjualan Tiket dan F&B Lesu, Laba CNMA Tergerus 40 Persen
BIPP Private Placement 502,86 Juta Lembar, Simak Tujuannya
BBCA Guyur Dividen Interim Rp3,07 Triliun, Cum Date 28 Agustus
Hadapi Gejolak Pasar, CBDK Buyback Rp250 Miliar





