Masyarakat dan Swasta Sokong 85 Persen Perekonomian Nasional
:
0
Wakil Menteri Keuangan Suahasil ketika menghadiri pertemuan Infobank CFO Club di Jakarta pada Kamis (22/1).
EmitenNews.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju angka 6 hingga 8 persen bukan hanya terletak pada APBN, melainkan juga bertumpu pada sinergi investasi dari sektor swasta. Ia menyebut sektor swasta dan masyarakat menjadi pilar utama ekonomi nasional dengan kontribusi hingga 85% melalui investasi dan konsumsi rumah tangga.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil dalam pertemuan Infobank CFO Club di Jakarta pada Kamis (22/1). Ia memaparkan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berkisar di angka Rp24.000 triliun dengan besaran APBN mencapai Rp3.800 triliun atau hanya sekitar 14% dari total keseluruhan PDB. Di sisi lain, 85% disokong melalui kegiatan ekonomi sektor swasta, konsumsi masyarakat, investasi, dan ekspor impor.
Untuk itu, Wamenkeu Suahasil mengajak para petinggi keuangan perusahaan untuk bersinergi dengan pemerintah dalam membangun ekonomi Indonesia. “Kami mendorong pertumbuhan, menjaga pemerataan, dan memperbaiki alokasi. Ibu bapak menciptakan kegiatan ekonomi, menyalurkan investasi, menciptakan kegiatan ekonomi, serap tenaga kerja, dan tingkatkan pendapatan dari para pekerja kita,” ujarnya.
Guna memastikan swasta tetap ekspansif, Wamenkeu Suahasil juga memaparkan langkah konkret pemerintah dalam mendukung likuiditas perbankan melalui penempatan dana sebesar Rp205 triliun di perbankan untuk membantu menurunkan cost of fund. Langkah ini merupakan realisasi dari fungsi stabilisasi APBN agar inflasi tetap terjaga di level yang mendukung perencanaan bisnis. Diharapkan, dunia usaha akan lebih bergairah untuk melakukan ekspansi.
“Selamat sekali lagi kepada CFO Club Indonesia dan moga-moga kita terus bisa bekerja bersama dan bisa terus membangun Indonesia yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.(*)
Related News
Pastikan IEU-CEPA Bisa Berlaku 1 Januari 2027, Industri Senyum Lega
Setelah ASEAN, Korsel dan Jepang, QRIS Kini Bisa Dipakai di China
Harga Emas Global Meningkat, Ayo Cek Faktor Pendorongnya
Kolaborasi Bank Jatim-Maybank Islamic Berhad, Khofifah Pasang Target
Wajib Pajak Pribadi Telat Lapor SPT, Awas Denda Segini Menanti!
Peluang Bobibos, BBN dari Jerami Itu Siap Ikut Uji Laboratorium ESDM





