MDKA Habiskan Dana Rp49,49 Miliar, Eksplorasi Fokus Tiga Wilayah ini
:
0
Sejumlah alat berat tengah beraksi di area pertambangan perseroan. FOTO - DOK MDKA
EmitenNews.com - Merdeka Copper Gold (MDKA) melanjutkan kegiatan eksplorasi selama triwulan II 2026. Aktivitas eksplorasi berakhir 30 Juni 2026 berlangsung pada tiga lokasi di Indonesia. Yaitu, Tujuh Bukit Jawa Timur, Eksplorasi DSI Jawa Timur, dan Pulau Wetar Maluku Barat Daya.
Eksplorasi Tujuh Bukit, fokus pada sumber daya tembaga emas, dan emas perak. Eksplorasi DSI berfokus pada eksplorasi tembaga, emas dan perak. Lalu, eksplorasi Wetar fokus pada sumber daya tembaga. Total pengeluaran untuk eksplorasi berkisar Rp49,49 miliar setara dengan kisaran USD2,81 juta.
Proyek Tujuh Bukit menyedot total biaya eksplorasi Rp48,95 miliar setara USD2,78 juta terdiri dari pengeboran definisi sumber daya umur tambang, dan pekerjaan eksplorasi regional. Mayoritas pekerjaan dituntaskan PT Bumi Suksesindo, dengan dukungan tambahan diberikan melalui perjanjian kontrak antara Merdeka dan Merdeka Teknik Servis (MTS).
Hasil eksplorasi, tujuh rig diamond drill (DD) telah menyelesaikan 35 lubang bor dengan total kedalaman pengeboran 7.509,8 meter, dan enam lubang masih dalam proses dengan total kedalaman pengeboran 1.469,1 meter. Selain itu, survei geofisika Induced Polarisation telah dilakukan di Timur Salakan dan Lompongan, mencakup 10 lintasan dengan total panjang lintasan 14.000 meter.
Survei geofisika ground magnetic juga dilakukan di Candrian, Lompongan, Gua Macan dan Salakan, dengan total 59 lintasan dan panjang keseluruhan 68.800 meter. Selanjutnya, akan dilakukan pengeboran permukaan di Proyek Tujuh Bukit menggunakan lima rig DD untuk definisi sumber daya di Tujuh Bukit, dan target regional.
Pengeboran bawah tanah akan dilanjutkan menggunakan dua rig DD untuk studi metalurgi. Survei geofisika akan dilanjutkan pada target-target regional. Sementara proyek tambang tembaga Water menyedot biaya Rp0,33 miliar alias USD0,02 juta. Semua pekerjaan diselesaikan melalui perjanjian kontrak antara Merdeka dan MTS.
Hasil eksploras area prospek telah ditetapkan untuk pelaksanaan survei geofisika Induced Polarisation (IP). Survei telah dimulai dengan persiapan lintasan survei, sepanjang 8,9 km dari total target 72 km lintasan telah selesai. Survei geofisika IP berlanjut untuk mengonfirmasi anomali secara lebih rinci, dan menetapkan target prioritas pengeboran.
Dan, proyeksi Damai Suksesindo (DSI) menghabiskan anggaran Rp0,22 miliar atau USD0,01 juta. Sebagian besar pekerjaan diselesaikan DSI, dengan dukungan tambahan diberikan melalui perjanjian kontrak antara Merdeka dan MTS. Hasil eksplorasi area-area prospek telah ditentukan untuk eksplorasi detail di masa mendatang.
Berikutnya, kegiatan eksplorasi lapangan DSI dihentikan setelah persetujuan masa penangguhan selama satu tahun yang dimulai pada 10 Oktober 2025. Selama periode itu, DSI akan melanjutkan studi desktop data geologi, dan reinterpretasi data geofisika. (*)
Related News
Saham UVCR Menjadi Buruan Investor, Free Float Aman dan Kinerja Solid
Laba Melesat 33 Persen, ZATA Defisit Rp142 Miliar
Mumpung Diskon, Sejumlah Pentolan ini Serok Saham PGAS
Juni 2026, Penjualan Mobil ASII Melejit 37 Persen
ARCI Sedot USD5,6 Juta, Fokus Eksplorasi Tambang Emas Toka Tindung
Perluas Inklusi Keuangan Digital, Bank Raya Raih Best Bank Awards 2026





