EmitenNews.com - Bank Artha Graha (INPC) per 30 Juni 2026 mengemas laba Rp75,28 miliar. Surplus 48,83 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp50,58 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar emiten perbankan asuhan Tomy Winata (TW) tersebut menjadi Rp3,72 dari sebelumnya Rp2,50.

Pendapatan bunga bersih Rp418,24 miliar, menanjak dari Rp351,92 miliar. Itu terdiri dari pendapatan bunga Rp790,54 miliar susut dari Rp830,47 miliar. Lalu, beban bunga Rp372,3 miliar, susut dari Rp478,55 miliar. Total pendapatan operasional lainnya Rp286,75 miliar, melonjak dari periode sama tahun lalu Rp257,09 miliar.

Pendapatan operasional terbesar dari pendapatan administrasi dan komisi lainnya Rp219,06 miliar, melejit dari Rp170,46 miliar. Lalu, pendapatan operasi lainnya Rp58,58 miliar, melonjak dari Rp42,9 miliar. Total beban operasional lainnya Rp597,15 miliar bertambah dari Rp552,19 miliar.

Beben terbesar beban operasi Rp835,28 miliar, bengkak dari Rp336,69 miliar, dan beban tenaga kerja Rp139 miliar, turun dari Rp150,39 miliar. Laba operasional Rp107,84 miliar, meroket dari Rp56,82 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp94,81 miliar, melesat dari episode sama tahun sebelumnya Rp59,97 miliar.

Jumlah ekuitas Rp3,87 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp3,8 triliun. Total liabilitas Rp24,44 triliun, bertambah dari posisi akhir 2025 senilai Rp23,77 triliun. Jumlah aset terkumpul Rp28,31 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun lalu Rp27,57 triliun. (*)