MEJA Kebut Produksi Batu Bara 1,5 Juta Ton
:
0
Pengurus Harta Djaya menilik dari dekat pergerakan perdana saham perseroan di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Harta Djaya Karya (MEJA) sepanjang 2026 mengebut produksi batu bara 1,5 juta ton. Itu dilakukan melalui anak usaha perseroan yaitu Trimata Coal Perkasa (TCP). Dan, TCP telah menunjuk Mitra Abadi Mahakam sebagai kontraktor untuk melakukan eksploitasi tambang batu bara.
Berdasar rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) TCP edisi 2026, target produksi tersebbut telah disetujui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Nantinya, sebagai kontraktor, Mitra Abadi akan melakukan eksplotasi batu bara di Kecamatan Tungkal LIR, Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).
TCP juga telah mendapat pembeli siaga batu bara yang diproduksi tersebut yaitu Agro Energy Trading Pte Ltd. ”Kami taksir TCP memperoleh laba sebelum pajak USD7-10 per ton dari aktivitas penambangan, dan penjualan batu bara tersebut. Kami prediksi enterprise value TCP kurang lebih Rp2,49 triliun,” tegas Noprian Fadli, Direktur Triple Berkah Bersama, pemegang saham pengendali (PSP) Harta Djaya Karya.
Tambang batu bara TCP merupakan aset batu bara skala besar di Sumatera Selatan dengan luasan konsesi kurang lebih 11.640 hektare (ha). Seam alias lapisan batu bara tebal, dan ekonomis karakteristik geologi, dan metode open pit, menjadikan tambang ini cocok untuk operasi jangka panjang dengan kapasitas produksi tinggi.
Berdasar laporan JORC PT Trimata Coal Perkasa menunjukkan estimasi mineable coal resources sekitar 693,7 juta ton. Itu mencerminkan potensi geologi batu bara skala besar, dan mendukung pengembangan tambang terbuka (open pit) jangka panjang. Estimasi sumber daya itu, disusun konsultan independen Faan Grobelaar & Associates.
Sebelumnya, pada 22 Desember 2026, pengendali MEJA yaitu Triple Berkah Bersama (Triple B) meneken perjanjian untuk mengakuisisi 45 persen saham TCP. Transaksi senilai Rp1,6 triliun itu, melalui mekanisme shares swap saham TCP dengan saham MEJA atau cara lain sepanjang tidak menggunakan kas MEJA.
Pelaksanaan akuisisi saham TCP tersebut akan dilakukan bertahap. Saat ini, Triple B bersama PSP TCP tengah mempersiapkan hal-hal yang diperlukan agar MEJA dapat menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa untuk penambahan modal pelaksanaan akuisisi tersebut. (*)
Related News
WTON Suplai Material Proyek NPEA Pelindo, Kontrak Capai Rp153M
PPRO Lepas Hotel Prime Park Bandung Rp133M, Fokus Perkuat Bisnis Inti
GOTO Pastikan PHK Tokopedia Tak Berdampak Material ke Kinerja
Saham LUCY Terbebas dari HSC, Tapi Ambruk 10 Hari Beruntun
AADI Suntik Pinjaman USD100,8 Juta ke Kaltara Power Indonesia
Broker Korea ini Beri Catatan Saham TUGU





