Melemah di Sesi I, Analis Wanti-Wanti Area Support Berikutnya di 6.000
:
0
Potret billboard menampilkan IHSG Merah.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menurun pada sesi I perdagangan, Rabu (17/6). Penutupan sesi I, IHSG terseok 0,84 persen atau turun 52,49 poin ke level 6.202,46 pada penutupan.
Sebanyak 286 saham menguat, 383 saham melemah, dan 145 saham lainnya stagnan.
Perdagangan terpantau ramai dengan 26,328 miliar saham yang beredar dengan nilai turnover mencapai Rp18,686 triliun.
Direktur Infovesta, Wawan Hendrayana mewanti-wanti potensi koreksi. Karena secara teknikal support IHSG saat ada di 6.100. Menurutnya, sepanjang tidak ditutup melemah di bawah itu tren penguatan IHSG masih berlanjut.
"Secara teknikal support IHSG ada di 6.100 untuk saat ini, sepanjang tidak ditutup melemah di bawah itu trennya masih rebound," ujarnya kepada emitennews, Rabu (17/6).
Meski review oleh MSCI menjadi salah satu faktor tekanan terhadap indeks, terutama pada saham dengan bobot besar, ada sentimen lain yang mempengaruhi pergerakan indeks volatil.
Di antaranya, pengumuman terkait RDG BI, lalu ketidakpastian arah suku bunga global khususnya The Fed, FTSE Rebalancing, S&P rating terhadap pasar Indonesia, hingga pergerakan rupiah dan aksi profit taking usai reli penguatan beberapa hari lalu.
"Artinya pelemahan yang terjadi lebih mencerminkan fase konsolidasi dan kehati-hatian investor dibanding perubahan fundamental yang signifikan," ungkap Investment Advisor Phintraco Sekuirtas, Alrich Paskalis T.
Ia juga menyebut, di tengah kondisi ini potential upside IHSG masih cenderung terbatas karena pelaku pasar masih menunggu kepastian sejumlah agenda penting.
Alrich juga memperkirakan, IHSG berpotensi sideways dengan kecenderungan melemah ke support terdekat 6.000.
Related News
Garap Komunitas Esports, IPOT Mitra Utama Kapolda Jateng Cup 2026
Investor Asing Ramai-Ramai Borong Saham di Sesi I Capai Rp2,59T!
IHSG Sesi Siang (17/6) Melorot 0,84 Persen ke 6.200
IHSG Dibuka Melejit ke 6.333, Didorong 2 Sentimen Ini
Wall Street Jeblok, IHSG Kian Kinclong
Harga Minyak Dunia Drop, IHSG Sundul 6.400





