Melesat ARA, INPS Kembali Berujung Suspensi
:
0
Manajemen INPS ketika mencatatkan sahamnya di BEI. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Laju saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) kembali harus terhenti. Usai melesat agresif dan menyentuh Auto Rejection Atas (ARA), Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menjatuhkan suspensi perdagangan saham INPS efektif mulai Senin, 29 Desember 2025 sekaligus menandai suspensi kedua kalinya dalam kurun waktu singkat.
Sebelumnya, BEI telah lebih dahulu menggembok perdagangan saham INPS pada Senin, 22 Desember 2025, menyusul lonjakan harga yang dinilai tidak wajar.
Pada penutupan perdagangan Selasa (24/12), saham INPS tercatat melonjak 9,47% dan mentok di batas ARA pada level Rp370 per saham.
Dalam sebulan terakhir, INPS telah melambung 115,12% atau naik 198 poin dari posisi Rp172 pada 2 Desember 2025. Bahkan, bila ditarik lebih panjang, saham ini melejit 140,26% atau naik 216 poin dibandingkan harga Rp154 pada 29 September 2025.
Tak berhenti di situ, secara year to date (YtD), INPS mencatatkan reli spektakuler 184,62%, setara kenaikan 240 poin dari harga awal Januari 2025 di Rp130.
Dengan suspensi lanjutan kedua kalinya ini, saham INPS berpotensi menyandang status Full Call Auction (FCA) atau efek dalam pemantauan khusus bursa setidaknya hingga sekitar satu pekan ke depan.
Langkah suspensi ini merupakan bagian dari upaya BEI menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi perdagangan, khususnya terhadap saham-saham yang bergerak ekstrem dalam waktu singkat. (*)
Related News
Rugi Bertambah, SULI Bungkus Defisit USD250,56 Juta Semester I
Saham FILM Longsor 91,20 Persen, Medio 2026 Mulai Tabulasi Laba
Emiten Hapsoro (MINA) Berbalik Untung 113 Persen, Saham Layak Koleksi?
Perdana, ANTM Sodorkan Produk Edisi Kemerdekaan 2026
Usai Berstatus HSC, BEI Pelototi Sejumlah Proyek BKDP, Mangkrak?
Tambah Porsi Senilai Rp42,77M, Budi Delta Kini Kuasai 37,65 Saham BUDI





